Harga Emas Dunia Terus Meroket

    Antara - 14 Februari 2020 07:37 WIB
    Harga Emas Dunia Terus Meroket
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    Chicago: Harga emas melonjak ke tingkat tertinggi dalam lebih dari satu pekan pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Penguatan ini terjadi setelah peningkatan tajam dalam jumlah kasus virus korona baru di Tiongkok memperbaharui ketakutan atas dampak ekonomi global dan membujuk investor untuk mencari aset berisiko rendah.

    Mengutip Antara, Jumat, 14 Februari 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex naik USD7,2 atau 0,46 persen menjadi USD1.578,80 per ons. Emas berjangka menetap lebih tinggi ketika ekuitas mundur di tengah meningkatnya sentimen safe-haven.

    Adapun palladium naik 1,2 persen menjadi USD2.434,56 per ons, setelah mencapai tertinggi satu minggu di awal sesi. Meningkatnya permintaan dari produsen mobil mendorong pasar paladium ke defisit terbesar selama lima tahun pada 2019 dan defisit itu diperkirakan akan meningkat lagi tahun ini, kata pembuat material Johnson Matthey.

    Sedangkan harga perak naik 1,1 persen menjadi USD17,65 per ons, sementara platinum naik 0,9 persen menjadi USD969,37. Di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik 12,2 sen atau 0,7 persen menjadi USD17,619 per ons. Platinum untuk pengiriman April naik USD7,4 atau 0,77 persen menjadi USD974,7 per ons.

    Sementara itu di pasar spot, emas diperdagangkan 0,7 persen lebih tinggi menjadi USD1.576,32 per ons, setelah menyentuh level tertinggi sejak 4 Februari, pada awal sesi perdagangan di USD1.577,81.

    Tiongkok melaporkan peningkatan kematian dan ribuan infeksi lainnya menggunakan definisi yang lebih luas pada Kamis, 13 Februari 2020, sementara Jepang menjadi lokasi ketiga di luar daratan Tiongkok yang melaporkan kematian.

    "Emas akan terus naik sampai pasar yakin sejauh mana virus telah tertangani. Kami mendapat berita yang saling bertentangan semalam tentang perjalanan epidemi. Kami tidak yakin bagaimana Tiongkok menangani situasi ini," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

    Pasar saham global mundur dari rekor tertinggi karena lonjakan kasus virus korona baru di Tiongkok membebani sentimen. Sementara emas sering digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian politik dan keuangan.

    "Bahkan sebelum virus korona, emas sedang didukung oleh kebijakan yang longgar oleh bank-bank sentral global dan mereka tidak akan segera mengubah haluan," kata Haberkorn.

    Dia menambahkan bahwa jika virus korona berhasil diatasi, harga emas akan turun maksimal USD20 hingga USD30.

    Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali kepercayaannya pada prospek ekonomi AS, meskipun ada beberapa hambatan dari situasi virus korona. Pada Rabu, Tiongkok melaporkan jumlah kasus virus baru terendah sejak akhir Januari, memberikan prediksi kepada penasihat medis seniornya bahwa wabah tersebut mungkin akan berakhir pada April.

    "Investor mulai mendapatkan sedikit lebih banyak kepercayaan bahwa kita berpotensi mengakhiri masa kritis, bahkan mulai melihat tanda-tanda perbaikan, dan kemudian lonjakan dalam jumlah ini telah menjatuhkan taruhan yang cukup besar," kata analis OANDA Craig Erlam.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id