Trump: Tiongkok Langgar Kesepakatan dalam Pembicaraan Perdagangan

    Angga Bratadharma - 11 Mei 2019 20:02 WIB
    Trump: Tiongkok Langgar Kesepakatan dalam Pembicaraan Perdagangan
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Tiongkok melanggar kesepakatan dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung. Berbicara pada rapat umum di Florida, Presiden mengaitkan ancamannya baru-baru ini atas kenaikan tarif dengan posisi negosiasi Beijing.

    "Ngomong-ngomong, Anda melihat tarif yang kami lakukan? Karena mereka melanggar kesepakatan. Mereka melanggar kesepakatan. Jadi mereka terbang (ke AS), wakil perdana menteri besok terbang -orang baik- tetapi mereka melanggar kesepakatan. Mereka tidak bisa melakukan itu, jadi mereka akan membayarnya," tegas Trump, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 11 Mei 2019.
    Selama akhir pekan, Trump mengejutkan pasar dengan mengancam di sebuah postingan Twitter bahwa ia akan secara signifikan menaikkan pungutan Amerika atas barang-barang Tiongkok -dengan kenaikan pertama Jumat ini, dan lainnya tak lama lagi.

    Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok telah bergerak terlalu lambat ketika Beijing mencoba untuk bernegosiasi kembali. Hal itu mengejutkan banyak pengamat karena laporan baru-baru ini mengindikasikan bahwa dua negara ekonomi terbesar di dunia dapat ditetapkan untuk menandatangani perjanjian pada awal pekan ini.

    Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur sampai Tiongkok berhenti menipu pekerja AS dan mencuri pekerjaan AS. "Itu lah yang akan terjadi. Kalau tidak, kita tidak perlu melakukan bisnis dengan mereka. Kita dapat membuat produk di sini jika kita harus -seperti dulu," tegas Trump.

    Direktur Pelaksana dan Kepala Ekonom Keuangan MUFG Chris Rupkey menulis dalam sebuah catatan menanggapi pidato Trump bahwa pasar dapat terus diguncang oleh retorika semacam itu: "Kami tidak yakin siapa Presiden yang berbicara di sebuah kampanye, tetapi dia yakin telah menakuti pasar keuangan di siang hari," kata Rupkey.

    Tiongkok, pada bagiannya, mengatakan bahwa Beijing akan membalas jika tarif AS atas USD200 miliar barang-barang Tiongkok dinaikkan menjadi 25 persen dari 10 persen karena Trump telah mengancam. Kementerian Tiongkok mengungkapkan peningkatan gesekan perdagangan tidak baik untuk kepentingan rakyat kedua negara dan rakyat dunia.

    "Pihak Tiongkok sangat menyesalkan bahwa jika langkah-langkah tarif AS diterapkan maka Tiongkok harus mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Tiongkok.

    Berbicara di rapat umum di Florida, Trump menyarankan AS akan baik-baik saja jika tidak ada kesepakatan dengan Tiongkok termasuk perang dagang dengan Tiongkok terus berlanjut. "Jika kita tidak membuat kesepakatan, tidak ada yang salah dengan menerima lebih dari USD100 miliar per tahun dan kita tidak pernah melakukan itu sebelumnya," tukasnya.

    Trump telah membuat argumen itu sebelumnya, tetapi banyak ekonom memperingatkan bahwa ia kehilangan gambaran lengkapnya. Meskipun pemerintah mungkin melihat terdapat beberapa manfaat dari tarif, namun mereka berpendapat bahwa dampak dari pajak kemungkinan akan merugikan ekonomi Amerika secara keseluruhan.

    "Kami tidak pernah sedekat ini dengan pintu resesi hanya berdasarkan kebijakan dari Washington. Klaim Trump bahwa akan ada rasa sakit jangka pendek untuk mendapatkan manfaat dan melihat beberapa keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan untuk ekonomi sedang diuji," pungkas Rupkey dari MUFG.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id