IMF: Perang Tarif Berpengaruh Kecil ke Neraca Perdagangan

    Angga Bratadharma - 06 April 2019 19:03 WIB
    IMF: Perang Tarif Berpengaruh Kecil ke Neraca Perdagangan
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dalam penelitan terbarunya menyebutkan sebagian besar perubahan dalam neraca perdagangan bilateral selama dua dekade terakhir adalah akibat efek gabungan dari faktor-faktor ekonomi makro. Sementara perang tarif memainkan peran yang jauh lebih kecil.

    "Evolusi keseimbangan bilateral selama dua dekade terakhir telah didorong oleh kekuatan ekonomi makro yang meliputi kebijakan fiskal, demografi dan permintaan domestik," kata tim peneliti IMF, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 April 2019.

    Kebijakan nilai tukar dan subsidi untuk sektor yang dapat diperdagangkan juga merupakan salah satu faktornya. Meskipun dampaknya relatif lebih kecil pada evolusi neraca perdagangan bilateral, lanjut hasil penelitian itu, namun perang tarif cukup penting untuk memberikan pengaruhnya.

    Penelitian menunjukkan bahwa ketika kenaikan tarif ditargetkan ke mitra tertentu, beberapa negara mungkin mendapat manfaat dari pengalihan perdagangan karena permintaan dari negara yang mengenakan tarif dialihkan ke negara-negara yang tidak menghadapi tarif.

    Oleh karena itu, perubahan neraca perdagangan bilateral dengan mitra tertentu, yang dipicu oleh tarif bilateral, cenderung diimbangi oleh perubahan neraca perdagangan bilateral dengan mitra dagang lainnya, sehingga neraca perdagangan agregat secara luas tidak berubah.

    Namun, kenaikan tajam dalam tarif akan menciptakan efek riak dalam sistem perdagangan global yang terintegrasi dan merusak ekonomi dunia.

    "Kami mendapati bahwa kenaikan tarif akan sangat merugikan produksi, pekerjaan, dan produktivitas. Hal itu tidak hanya bagi negara-negara yang secara langsung memaksakan dan menghadapinya, tetapi juga untuk negara-negara lain," kata para peneliti.

    Tim IMF menyarankan para pembuat kebijakan untuk menghindari kebijakan ekonomi makro yang menyimpang seperti kebijakan fiskal yang bersifat prosiklikal atau menyubsidi banyak sektor ekspor yang menciptakan ketidakseimbangan yang berlebihan dan mungkin tidak berkelanjutan.

    Kesimpulan kebijakan utama kedua adalah bahwa pengurangan tarif multilateral dan hambatan nontarif lainnya akan menguntungkan perdagangan dan, dalam jangka panjang, meningkatkan hasil ekonomi makro.

    Tim tersebut menyarankan para pembuat kebijakan untuk terus mempromosikan perdagangan bebas dan adil dengan membatalkan tarif yang baru-baru ini diberlakukan dan meningkatkan upaya untuk mengurangi hambatan perdagangan yang ada.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id