Terus Perangi Wabah Virus Korona

    Presiden Tiongkok Minta Rakyatnya Kembali Bekerja

    Angga Bratadharma - 25 Februari 2020 15:44 WIB
    Presiden Tiongkok Minta Rakyatnya Kembali Bekerja
    Presiden Tiongkok Xi Jinping, di Beijing. FOTO: Xinhua
    Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta rakyatnya untuk kembali bekerja lantaran pemerintah terus berjuang meredam wabah virus korona. Seruan dari pemimpin Tiongkok itu mengemuka di tengah penutupan dan karantina beberapa kota yang paling parah dilanda virus tersebut.

    "Ini adalah krisis sekaligus ujian besar bagi kami," kata Presiden Tiongkok Xi Jinping, dalam sebuah pertemuan, di Beijing, Tiongkok, seperti dilansir dari CNBC, Selasa, 25 Februari 2020.

    Xi Jinping mengklaim upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan orang yang terjangkit virus korona termasuk mengurangi angka kematian, menjaga stabilitas sosial, dan memperkuat pasokan medis darurat Tiongkok, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Sejak akhir Januari 2020, ekonomi terbesar kedua di dunia itu telah menutup pabrik, bisnis, dan sekolah dalam upaya untuk membatasi penyebaran penyakit, yang telah menewaskan hampir 2.600 dan menginfeksi lebih dari 77 ribu di daratan Tiongkok sejauh ini.

    Sementara itu, liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang telah memberi dampak besar pada rantai pasokan global dan merusak sentimen pasar secara keseluruhan. Ini juga mendorong perusahaan-perusahaan global untuk lebih mendiversifikasi rantai pasokan mereka jauh dari Tiongkok.

    "Dampak epidemi pada pembangunan ekonomi dan sosial Tiongkok bersifat sementara dan umumnya dapat dikelola, tetapi itu akan memberikan pukulan yang relatif besar dalam jangka pendek," kata Xi Jinping.

    Lebih lanjut, Xi Jinping bersemangat untuk menghidupkan kembali industri besar dan mesin ekonomi yang telah berjalan dengan kecepatan tinggi selama empat dekade terakhir, dan berkontribusi terhadap stabilitas sosial di Tiongkok. Semangat itu muncul meski Tiongkok mengehentikan aktivitas bisnis guna menekan penyebaran virus korona.

    Dalam pidatonya, Xi Jinping membuat seruan bagi bisnis untuk kembali bekerja dan menekankan pada kelanjutan yang tertib, dengan masing-masing daerah mengadopsi pendekatan yang tepat berdasarkan risiko kesehatan setempat.

    Dampak negatif relatif tinggi ketika virus korona berpeluang menghancurkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok di kuartal pertama dan menghambat tujuan Tiongkok memberantas kemiskinan pada 2020. Hal ini juga dapat berdampak pada lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi baru dan menghambat kegiatan pertanian di musim semi.

    Para pejabat di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok mengatakan dampak virus korona terhadap ekonomi agak besar dan efeknya terhadap pekerjaan tidak kecil. "Kesulitan bagi lulusan perguruan tinggi dan pekerja pertanian akan lebih besar," kata Asisten Menteri Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok You Jun.

    Lebih lanjut, Xi Jinping mengatakan, Tiongkok berencana meluncurkan kebijakan fiskal, moneter proaktif, dan langkah-langkah yang ditargetkan untuk membantu perusahaan. Adapun hal itu dilihat sebagai tanda langkah-langkah yang lebih agresif untuk merangsang ekonomi. 



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id