Harga Minyak Dunia Melambung

    Angga Bratadharma - 27 November 2019 08:02 WIB
    Harga Minyak Dunia Melambung
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia melambung pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena sentimen investor terangkat oleh kemajuan terbaru dalam pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Ada harapan agar kedua negara bisa segera menyepakati kesepakatan dagang demi kepentingan bersama.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 27 November 2019, Intermediate West Texas untuk pengiriman Januari naik USD0,40 menjadi di USD58,41 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari naik USD0,62 menjadi USD64,27 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok dan Ketua Pihak Tiongkok-AS tentang dialog ekonomi yang komprehensif, mengadakan pembicaraan telepon dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Selasa.

    Selama pembicaraan mereka, kedua belah pihak membahas pemecahan masalah mengenai keprihatinan inti masing-masing, mencapai konsensus tentang penyelesaian masalah terkait dengan benar, dan setuju untuk menjaga komunikasi tentang masalah yang tersisa dalam konsultasi pada kesepakatan fase satu.

    Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat mencapai level tertinggi baru di penutupan pasar pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), menyusul penutupan tertinggi sepanjang masa pada Senin. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna pidato terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan serangkaian data yang baru dirilis.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 55,21 poin atau 0,20 persen menjadi 28.121,68. Sementara S&P 500 naik 6,88 poin atau 0,22 persen menjadi 3.140,52. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 15,44 poin atau 0,18 persen menjadi 8.647,93.

    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan optimistis, dengan real estat naik sebanyak 1,40 persen tak lama setelah bel penutupan, mengungguli sisanya. Saham Best Buy naik 9,86 persen, setelah perusahaan membukukan laba lebih baik dari perkiraan untuk kuartal ketiga.

    Pada Senin malam, Powell mengatakan kebijakan moneter AS sekarang diposisikan dengan baik untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat dan mengembalikan inflasi dengan tegas ke target dua persen dari the Fed.

    "Pada titik ini dalam ekspansi yang panjang, saya melihat gelas itu lebih dari setengah penuh. Dengan kebijakan yang tepat, kita dapat mengisinya lebih lanjut," kata Powell, di Kamar Dagang Besar Providence.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id