Tertekan USD, Harga Emas Berjangka Turun

    Antara - 01 Agustus 2019 07:32 WIB
    Tertekan USD, Harga Emas Berjangka Turun
    Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi karena logam mulia itu tertekan oleh penguatan dolar AS usai pengumuman kebijakan penurunan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

    Mengutip Antara, Kamis, 1 Agustus 2019, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD4,00 atau 0,08 persen menjadi USD1.420,4 per ons. Emas berjangka memperpanjang penurunan mereka ke sesi perdagangan elektronik setelah the Fed mengurangi suku bunga utamanya seperempat poin, seperti yang diperkirakan pasar.

    Federal Reserve memutuskan menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008, di tengah peningkatan kekhawatiran atas ketegangan perdagangan, ekonomi global yang melambat, dan tekanan inflasi yang diredam.

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga the Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan federal fund rate (FFR) sebesar 25 basis poin ke kisaran 2,00 persen hingga 2,25 persen setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, sejalan dengan harapan pasar.

    Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,21 persen menjadi 98,26, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

    Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan USD, yang berarti jika USD menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 15,3 sen atau 0,92 persen menjadi USD16,405 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD6,3 atau 0,72 persen menjadi USD878,9 per ons.

    Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 333,75 poin atau 1,23 persen menjadi 26.864,27 poin. Indeks S&P 500 berkurang 32,80 poin atau 1,09 persen menjadi 2.980,38 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 98,19 poin atau 1,19 persen, menjadi 8.175,42 poin.

    Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor bahan pokok konsumen turun hampir dua persen, memimpin penurunan. Saham Spotify turun hampir 0,2 persen, setelah layanan streaming musik itu melaporkan kerugian tajam pada laporan laba kuartal kedua.

    Namun, saham Apple naik lebih dari dua persen, setelah raksasa teknologi AS itu melaporkan laba kuartal kedua yang mengalahkan ekspektasi pasar. Panduan pendapatan untuk kuartal keempat juga melampaui estimasi analis.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id