Trump Siap Umumkan Lokasi Penandatanganan Fase Satu

    Angga Bratadharma - 02 November 2019 17:02 WIB
    Trump Siap Umumkan Lokasi Penandatanganan Fase Satu
    Presiden AS Donald Trump. FOTO: AFP
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan lokasi untuk penandatanganan fase satu dari kesepakatan perdagangan AS dan Tiongkok akan diumumkan segera. Kemajuan negosiasi dagang fase satu ini diharapkan bisa terus berlanjut dan nantinya mencapai kesepakatan penuh dan segera menghentikan perang dagang.

    "Tiongkok dan AS sedang berupaya memilih lokasi baru untuk penandatanganan Perjanjian Perdagangan Fase Satu, sekitar 60 persen dari total kesepakatan. Lokasi baru akan segera diumumkan. Presiden Xi dan Presiden Trump akan melakukan penandatanganan!" kata Trump, dalam cuitannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 2 November 2019.

    Trump mengatakan dalam tweet-nya bahwa kesepakatan perdagangan fase satu mewakili mayoritas dari perjanjian jangka panjang. Komentarnya muncul setelah Bloomberg News melaporkan bahwa Tiongkok tampak ragu untuk mencapai kesepakatan perdagangan komprehensif dengan AS karena 'sifat impulsif' Trump.

    Awal bulan ini, Trump mengatakan AS telah mencapai kesepakatan fase satu yang sangat substansial dengan Tiongkok. Bahkan, Trump mengaku fase dua akan segera dimulai setelah fase pertama ditandatangani. Trump mengatakan perjanjian itu akan membahas masalah-masalah seperti kekayaan intelektual dan jasa keuangan.

    Selain itu, termasuk janji Tiongkok membeli USD40 miliar-USD50 miliar dalam produk pertanian Amerika Serikat. Kesepakatan terbatas itu juga mencakup jeda dalam peningkatan tarif ketika AS membatalkan rencana kenaikan tarif sebesar USD250 miliar atas barang-barang Tiongkok yang mulai berlaku 15 Oktober.

    Namun, banyak ahli mengatakan kesepakatan fase satu mewakili porsi yang jauh lebih kecil dari apa yang awalnya Trump ingin kejar. "Komponen-komponen fase satu dicampur. Tanpa ada pertemuan dokumentasi, tidak ada orang luar yang tahu apa yang disepakati," kata Kepala Penelitian Evercore ISI Tiongkok Donald Straszheim.

    Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok akan memangkas pertumbuhan global 2019 ke laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009. Bahkan prospek pertumbuhan dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perdagangan tetap tidak terselesaikan.
     
    Dalam proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya, IMF memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2019 hanya sebesar 3,0 persen atau turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli. Pemangkasan terjadi sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.
     
    Perkiraan tersebut menjadi latar belakang yang suram yang menghiasi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah. Masalah itu mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id