Dolar AS Unjuk Gigi

    Antara - 24 Januari 2020 09:31 WIB
    Dolar AS Unjuk Gigi
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) naik terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), setelah bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga dan meluncurkan tinjauan luas kebijakannya yang cenderung melihat Presiden baru Christine Lagarde mendefinisikan kembali tujuan utama ECB dan bagaimana mencapainya.

    Mengutip Antara, Jumat, 24 Januari 2020, euro 0,32 persen lebih rendah terhadap greenback pada USD1,1055, setelah tergelincir ke serendah USD1,1037, terlemah sejak 2 Desember. Yen Jepang menguat dan yuan Tiongkok jatuh ke level terendah dua minggu pada Kamis waktu setempat karena investor semakin cemas tentang penyebaran virus korona di Tiongkok.

    Adapun ECB mempertahankan kebijakan dan pedoman tidak berubah pada pertemuannya dengan ECB masih berpendapat bahwa situasi keseluruhan membenarkan lingkungan tingkat suku bunga negatif dan masih menekankan bahwa bank tetap siap untuk menyesuaikan semua tindakan jika diperlukan.

    "Dengan keseimbangan risiko masih condong ke arah sisi penurunan," kata Direktur Ekonomi Eropa Natascha Gewaltig Action Economics dalam sebuah catatan.

    Bank sentral zona euro telah gagal mencapai target inflasi sedikit di bawah dua persen selama bertahun-tahun, bahkan setelah pendahulu Lagarde, Mario Draghi, meluncurkan langkah-langkah stimulus yang semakin agresif.

    "Kami tidak akan membiarkan sela apa pun terlewat dan bagaimana kami mengukur inflasi jelas merupakan sesuatu yang perlu kita perhatikan," kata Lagarde.

    "Pada dasarnya, apa yang dia katakan adalah bahwa mereka menilai kembali beberapa alat yang telah mereka gunakan satu dekade untuk meningkatkan inflasi tanpa hasil," kata Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan agak terlalu dini untuk menyatakan virus korona baru sebagai darurat kesehatan global ketika Tiongkok menempatkan jutaan orang dalam isolasi di tengah wabah yang telah menewaskan 18 orang dan menginfeksi lebih dari 630.

    Pergerakan naik dalam mata uang safe-haven yen dan turun dalam yuan masih terukur, menunjukkan investor belum panik tentang virus tersebut. Terhadap yen, yang cenderung menarik investor selama masa tekanan geopolitik atau finansial, dolar 0,32 persen lebih rendah pada 109,48 yen.

    Dolar naik 0,28 persen terhadap yuan Tiongkok di pasar luar negeri (offshore) menjadi 6,9277 yuan. Mata uang Tiongkok sekarang telah kehilangan lebih dari satu persen dari nilainya sejak menyentuh tertinggi enam bulan pada Senin, 20 Januari. Yuan di pasar luar domestik atau onshore berada di jalur untuk minggu terburuk sejak Agustus.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id