Penundaan Tarif Cegah Resesi Ekonomi AS saat Pilpres 2020

    Angga Bratadharma - 17 Agustus 2019 17:02 WIB
    Penundaan Tarif Cegah Resesi Ekonomi AS saat Pilpres 2020
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    New York: CEO Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) Tom Donohue mengatakan Presiden AS Donald Trump menunda sebagian tarif kepada Tiongkok untuk menghindari resesi selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020. Apabila terjadi resesi, maka kondisi tersebut akan memberikan efek negatif terhadap posisi Trump.

    "Tidak ada yang ingin mencalonkan diri sebagai Presiden, di kedua belah pihak, di tengah resesi," kata Tom Donohue, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 17 Agustus 2019.

    Adapun Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa tarif baru, yang semula dijadwalkan mulai berlaku 1 September akan ditunda hingga 15 Desember untuk beberapa barang konsumen. Selain itu, beberapa produk dikeluarkan dari daftar tarif baru karena faktor kesehatan dan keamanan.

    Trump mengatakan kepada wartawan bahwa keputusannya untuk menunda tarif guna menghindari dampak negatif pada saat warga AS berbelanja di momen Natal. Penundaan berlaku untuk barang seperti elektronik, konsol video game, barang pakaian tertentu, sepatu, dan mainan.

    "Saya pikir mengambil langkah-langkah ini (menunda pengenaan tarif baru terhadap Tiongkok) untuk menjaga agar tidak terjadi resesi. Saya pikir Gedung Putih mengakui apa realitas yang baik bagi mereka. Saya pikir kami lebih baik dari kemarin," ucapnya.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda pengenaan beberapa tarif impor Tiongkok menjelang Natal. Hal itu dilakukan guna membendung dampak potensial terhadap perekonomian saat warga AS meningkatkan konsumsinya dengan berbelanja pada momen Natal.

    Administrasi Trump mengumumkan akan menunda pengenaan tarif hingga 15 Desember dari yang semula dijadwalkan berlaku 1 September. "Kami melakukan ini untuk musim Natal. Karena beberapa tarif akan berdampak pada pelanggan AS," kata Trump.

    "Sejauh ini mereka sebenarnya tidak punya (dampak terhadap AS). Tapi antisipasi dilakukan untuk menghindari dampaknya terhadap masyarakat. Apa yang kita lakukan adalah menunda (pengenaan tarif baru untuk Tiongkok). Sehingga mereka (tarif baru) tidak akan relevan dengan musim belanja saat Natal," tuturnya.

    Pengakuan bahwa pengenaan tarif kepada Tiongkok dapat membahayakan penjualan saat hari libur menandai pergeseran bagi Trump. Namun Trump telah lama mengklaim bahwa pengenaan tarif atau pajak atas impor telah membantu AS sambil memberikan tekanan terhadap Tiongkok.

    Perwakilan perdagangan AS mengatakan penundaan akan berlaku untuk berbagai macam barang, termasuk barang elektronik tertentu seperti ponsel, laptop, dan video game. Sejumlah produk terkait Natal juga muncul di daftar penundaan. Termasuk dekorasi untuk perayaan Natal, adegan Natal, dan tokoh-tokohnya, serta lampu pohon Natal dan ornamennya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id