AS-Tiongkok Masih Berselisih soal Pembelian Produk Pertanian

    Angga Bratadharma - 07 Desember 2019 20:01 WIB
    AS-Tiongkok Masih Berselisih soal Pembelian Produk Pertanian
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: The Wall Street Journal melaporkan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih berselisih soal ukuran pembelian produk pertanian. Tidak dipungkiri, perbedaan pandangan di antara kedua negara ini yang membuat kesepakatan dagang masih belum tercapai yang ujungnya membuat ketidakpastian terus berkepanjangan.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 7 Desember 2019, Presiden AS Donald Trump telah meminta Tiongkok untuk membeli USD40 miliar-USD50 miliar barang pertanian atau lebih tinggi dari USD8,6 miliar yang dibeli Tiongkok pada tahun lalu, kata Journal. Selain itu, Tiongkok juga dituntut mengumumkan rencana pembeliannya secara terbuka.

    Adapun kedua negara sedang dalam pembicaraan untuk menyelesaikan apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase pertama karena tarif 15 persen dari USD165 miliar pada impor Tiongkok akan dimulai pada 15 Desember. Trump mengatakan sesuatu dapat terjadi mengenai tarif tersebut, tetapi Trump mengaku belum membahas hal itu secara rinci.

    Meski demikian, Trump mengklaim pembicaraan perdagangan bersama Beijing berjalan sangat baik. Sedangkan Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng mengatakan kedua belah pihak tetap berkomunikasi erat mengenai perdagangan. Tiongkok percaya jika kedua belah pihak mencapai perjanjian fase-satu, tarif yang relevan harus diturunkan.

    Di sisi lain, Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melemah pada kuartal keempat 2019 karena pebisnis pesimistis akibat adanya ketidakpastian perdagangan. Ada harapan agar perselisihan dagang yang sedang terjadi antara Washington dengan Beijing bisa segera berhenti.
     
    "Salah satu alasan kuartal keempat akan menjadi lemah, kami percaya, mungkin penyesuaian inventaris yang signifikan, yang mungkin sebanyak setengah persen atau lebih dari pertumbuhan PDB," kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan.
     
    "Berarti orang-orang telah mengacaukan (adanya ketidakpastian perdagangan). Dan mungkin alasan mereka mengalah adalah ada banyak pesimisme selama beberapa bulan terakhir tentang, Anda tahu, prospek pertumbuhan masa depan," tambahnya.

    Menurut perkiraan terbaru yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of Atlanta pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun ke tingkat tahunan 0,4 persen pada kuartal keempat tahunn ini. Kaplan mencatat bahwa ketidakpastian perdagangan adalah salah satu alasan utama yang melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan investasi bisnis.
     
    "Saya pikir manufaktur yang lemah, pertumbuhan global yang lemah, investasi bisnis yang lemah semua berhubungan dengan ketidakpastian mengenai perdagangan. Dan jika itu menjadi stabil, saya pikir kita akan memiliki kesempatan untuk melihat langkah-langkah tersebut membaik," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id