Ekonomi Tiongkok Tetap Tangguh di Tengah Virus Korona

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2020 07:21 WIB
    Ekonomi Tiongkok Tetap Tangguh di Tengah Virus Korona
    Ilustrasi. FOTO: Mark Ralston/AFP
    Shanghai: Institut Shanghai untuk Studi Internasional merilis ketahanan ekonomi Tiongkok tidak dapat diremehkan di tengah merebaknya virus korona. Meski tidak ditampik, virus tersebut menimbulkan bahaya langsung pada sektor jasa, manufaktur, dan perdagangan.

    Laporan mencatat dampak potensial dari virus korona dapat berbeda dari semua epidemi sebelumnya dan insiden lainnya, dan tidak bijaksana untuk menilai dampak ekonomi dari epidemi berdasarkan pengalaman historis. Hal itu karena ekonomi Tiongkok sedang dalam masa transisi dari tingkat tertinggi yakni dari pertumbuhan menuju pengembangan berkualitas tinggi.

    "Bahkan dalam jangka pendek, epidemi ini tidak menyebabkan efek negatif pada semua sektor tetapi telah menguntungkan industri seperti perdagangan elektronik dan permainan online dan hiburan," klaim laporan itu, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 3 Februari 2020.

    Lebih lanjut, laporan itu membuat perkiraan bahwa dalam jangka panjang, karena Tiongkok telah menjadi ekonomi terbesar kedua, wabah virus korona tidak dapat merusak potensi besar dalam konsumsi, urbanisasi, dan bidang ekonomi baru seperti 5G dan kecerdasan buatan.

    "Langkah-langkah baru diharapkan akan diadopsi untuk merangsang ekonomi selama lima tahun ke depan," kata laporan itu.

    Sebelumnya, Disney, McDonald's, Starbucks, dan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) lainnya yang memiliki keterkaitan bisnis di Tiongkok menangguhkan operasionalnya, merespons wabah virus korona. Virus ini sudah merenggut 82 nyawa di Tiongkok dan membuat 2.900 orang terinfeksi di seluruh dunia, termasuk di AS dan Eropa.
     
    Pusat-Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mengonfirmasikan kasus kelima di AS. Presiden Donald Trump mengatakan AS telah menawarkan bantuan kepada Tiongkok. Pejabat kesehatan AS mengatakan mereka memantau 110 orang di 26 negara bagian terkait virus korona, termasuk lima pasien yang tertular infeksi di Tiongkok dan membawanya kembali ke AS.
     
    Dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus, otoritas Tiongkok telah menangguhkan transportasi umum di Wuhan, pusat penyebaran, dan setidaknya sembilan kota lainnya. Langkah ini diharapkan menekan upaya penyebarannya.

    Ketika virus terus menyebar ke seluruh Tiongkok dan lintas perbatasan, virus itu menyerang bisnis di seluruh dunia. Pemerintah Kota Shanghai mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan perusahaan untuk tidak melanjutkan pekerjaan setelah liburan Tahun Baru Tiongkok hingga 3 Februari, bukannya 31 Januari.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id