Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral

    22 September 2018 12:03 WIB
    Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral
    Ilustrasi (MI/RAMDANI)
    Jenewa: Sejumlah ahli dari Uni Eropa (UE) dan Tiongkok menekankan bahwa Tiongkok dan Eropa harus menemukan cara untuk menjaga dan meningkatkan tata kelola perdagangan multilateral yang sehat, baik melalui dialog maupun kerja sama. Sedangkan sistem tersebut harus mewakili sistem yang sudah dibuat oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

    Pada diskusi meja bundar, China Center for International Economic Exchanges (CCIEE), and Center for Trade and Economic Integration of the Geneva Graduate Institute of International and Development Studies (IHEID) mengatakan Tiongkok dan Uni Eropa harus meningkatkan kerja sama untuk menjawab proteksionisme perdagangan dan unilateralisme yang berlaku.

    Zhou Xiaochuan, mantan gubernur dan penasihat bank sentral China untuk CCIEE, mengatakan Tiongkok selalu berharap untuk mengurangi gesekan perdagangan, meningkatkan sistem multilateral global, dan mengurangi ketidakpastian ekonomi global dalam lingkungan yang kompleks dan mudah berubah.

    "Tiongkok menentang unilateralisme dan proteksionisme perdagangan, dan berharap untuk meningkatkan investasi, liberalisasi perdagangan dan fasilitasi serta untuk membangun sistem perdagangan multilateral yang lebih terbuka, seimbang, inklusif dan transparan, berbasis aturan, dan non-diskriminatif," tegasnya, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 22 September 2018.

    Zhu Guangyao, mantan wakil menteri keuangan Tiongkok, menambahkan penyebaran unilateralisme tidak hanya secara signifikan mengganggu rantai pasokan global dan mengancam mekanisme multilateral yang melindungi kepentingan kolektif semua negara, tetapi juga akan menghentikan budaya dan masyarakat.

    "Serta membahayakan perdamaian dan pembangunan dunia," tuturnya.

    Arancha Gonzalez, seorang ahli dalam masalah perdagangan internasional dengan 20 tahun pengalaman dan direktur eksekutif International Trade Center, mengatakan ketika perubahan baru muncul, pilihannya sekarang adalah apakah sistem perdagangan multilateral menjadi penyangga dalam konfrontasi perdagangan atau akan diseret turun karena konflik perdagangan.

    "Di dunia multipolar saat ini, tata kelola perdagangan multilateral perlu ditingkatkan, dan untuk WTO, tantangan yang paling mendesak adalah bagaimana membuat badan penyelesaian perselisihan melanjutkan fungsi penuhnya sesegera mungkin," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id