Wall Street Merekah

    Angga Bratadharma - 07 Desember 2019 07:27 WIB
    Wall Street Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Johannes EISELE/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena laporan pekerjaan yang optimistis mengangkat sentimen investor. Meski demikian, ketegangan perdagangan akibat Presiden Donald Trump menyerukan perang dagang dengan sejumlah negara memicu kekhawatiran tersendiri.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 7 Desember 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 337,27 poin atau 1,22 persen menjadi 28.015,06. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 28,48 poin atau 0,91 persen menjadi 3.145,91. Indeks Komposit Nasdaq naik 85,83 poin atau 1,00 persen menjadi 8.656,53.

    Sebagian besar dari komponen 30 Dow Jones diperdagangkan di wilayah hijau, dengan 3M Co dan Goldman Sachs masing-masing bertambah 4,32 persen dan 3,44 persen, menjadi dua pemenang teratas. Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan dengan catatan optimistis, dengan sektor energi naik dua persen.

    Angka resmi yang dirilis menunjukkan bahwa pengusaha-pengusaha AS menambahkan 266.000 pekerjaan pada November, dan tingkat pengangguran turun sedikit menjadi 3,5 persen. Peningkatan lapangan pekerjaan terutama terjadi di jasa-jasa kesehatan dan layanan profesional serta teknis, laporan itu menunjukkan.

    Sementara itu, Federal Reserve Amerika Serikat memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melemah pada kuartal keempat 2019 karena pebisnis pesimistis akibat adanya ketidakpastian perdagangan. Ada harapan agar perselisihan dagang yang sedang terjadi antara Washington dengan Beijing bisa segera berhenti.
     
    "Salah satu alasan kuartal keempat akan menjadi lemah, kami percaya, mungkin penyesuaian inventaris yang signifikan, yang mungkin sebanyak setengah persen atau lebih dari pertumbuhan PDB," kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan.
     
    "Berarti orang-orang telah mengacaukan (adanya ketidakpastian perdagangan). Dan mungkin alasan mereka mengalah adalah ada banyak pesimisme selama beberapa bulan terakhir tentang, Anda tahu, prospek pertumbuhan masa depan," tambahnya.

    Menurut perkiraan terbaru yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of Atlanta pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun ke tingkat tahunan 0,4 persen pada kuartal keempat tahunn ini. Kaplan mencatat bahwa ketidakpastian perdagangan adalah salah satu alasan utama yang melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan investasi bisnis.
     
    "Saya pikir manufaktur yang lemah, pertumbuhan global yang lemah, investasi bisnis yang lemah semua berhubungan dengan ketidakpastian mengenai perdagangan. Dan jika itu menjadi stabil, saya pikir kita akan memiliki kesempatan untuk melihat langkah-langkah tersebut membaik," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id