Kinerja Keuangan Goldman Sachs Lampaui Ekspektasi Analis

    Medcom - 18 Januari 2020 16:01 WIB
    Kinerja Keuangan Goldman Sachs Lampaui Ekspektasi Analis
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Chris Hondros
    New York: Pencapaian kinerja keuangan Goldman Sachs mengalahkan perkiraan analis terkait pendapatan. Kondisi itu terjadi karena Goldman Sachs membukukan kinerja obligasi kuartal keempat di 2019 yang jauh lebih tinggi yang akhirnya berdampak positif terhadap neraca keuangan.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 18 Januari 2020, Goldman Sachs membukukan pendapatan kuartalan USD9,96 miliar atau naik 23 persen. Divisi pasar global Goldman Sachs yang berbasis di New York, sejauh ini merupakan bisnis terbesarnya, membukukan kenaikan 33 persen dalam pendapatan menjadi USD3,48 miliar.

    Kenaikan itu terjadi karena pendapatan perdagangan obligasi melonjak 63 persen menjadi sebesar USD1,77 miliar, melebihi perkiraan dari para analis yang memperkirakan hanya mencapai USD1,16 miliar. Perdagangan saham naik 12 persen menjadi sebesar USD1,71 miliar dan sesuai dengan perkiraan analis.

    CEO Goldman Sachs David Solomon telah memiliki beberapa bulan yang sibuk. Pekan lalu, Goldman mengungkapkan bahwa mereka mereorganisasi bisnisnya agar lebih mirip dengan rekan-rekan bank besar dan memberikan operasi perbankan ritel kategori sendiri untuk pertama kalinya. Goldman Sachs juga merilis aplikasi mobile untuk bisnis keuangan konsumen.

    Goldman Sachs juga dalam negosiasi lanjutan dengan Departemen Kehakiman AS untuk membayar sekitar USD2 miliar guna menyelesaikan investigasi terhadap skandal 1MDB Goldman, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Perusahaan kemungkinan akan harus membuat monitor independen untuk mengawasi upaya kepatuhan.

    Tetapi yang lebih penting bagi investor, akhir bulan ini Goldman mengadakan hari investor pertamanya, di mana Solomon akan mengungkapkan hasil tinjauan bisnis dan rencananya untuk menekan pertumbuhan dan mencapai target keuangan baru.

    Saham Goldman naik 37 persen pada tahun lalu, tetapi Goldman Sachs masih memiliki penilaian terendah di antara enam pemberi pinjaman besar AS, situasi yang ingin diperbaiki oleh Solomon. Sedangkan JP Morgan dan Citigroup keduanya membukukan laba yang mengalahkan ekspektasi para analis.

    Kedua bank besar itu mampu tumbuh kuat karena didukung hasil perdagangan obligasi dan pendapatan yang kuat dari operasi kartu kredit. Bahkan, Wells Fargo melewatkan estimasi laba analis karena membukukan biaya yang terkait dengan skandal akun palsu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id