Perang Dagang Picu Aktivitas Pabrik Tiongkok Terkontraksi

    Angga Bratadharma - 01 Juni 2019 21:04 WIB
    Perang Dagang Picu Aktivitas Pabrik Tiongkok Terkontraksi
    Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
    Beijing: Pemerintah Tiongkok menyebut aktivitas manufaktur Tiongkok mengalami kontraksi lebih dari yang diharapkan pada Mei. Kondisi itu terjadi di tengah perang perdagangan yang pahit antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Tentu ada harapan agar perang dagang bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 1 Juni 2019, Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur resmi untuk Mei berada di 49,4 atau lebih rendah dari yang diperkirakan oleh ekonom yang disurvei di posisi 49,9. Pembacaan April adalah 50,1. Pembacaan PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara yang di bawah itu menunjukkan kontraksi.
    PMI non-manufaktur resmi untuk Mei adalah 54,3 atau tidak berubah dari April. PMI adalah survei bisnis tentang lingkungan operasi. Data tersebut menawarkan pandangan sekilas tentang apa yang terjadi dalam suatu perekonomian, karena biasanya merupakan salah satu indikator ekonomi utama pertama yang dirilis setiap bulan.

    Untuk Tiongkok, PMI adalah salah satu indikator ekonomi yang secara global diawasi ketat oleh investor untuk tanda-tanda masalah di tengah hambatan domestik dan sengketa perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung.

    "PMI resmi menunjukkan bahwa pertumbuhan tetap di bawah tekanan, konsisten dengan pandangan kami bahwa masih ada beberapa risiko penurunan untuk kegiatan jangka pendek," kata Ekonom Senior Tiongkok Capital Economics Julian Evans-Pritchard.

    Evans-Pritchard menulis dalam sebuah catatan bahwa jatuhnya jumlah PMI manufaktur sebagian besar didorong oleh pesanan baru yang lebih lemah -dengan pesanan ekspor turun tajam- menunjukkan bahwa kenaikan tarif terbaru AS untuk impor Tiongkok mungkin merusak permintaan asing.

    Survei PMI resmi biasanya mensurvei sebagian besar bisnis besar dan perusahaan milik negara. Sebuah survei terpisah, indikator Caixin, menampilkan perpaduan yang lebih besar antara perusahaan kecil dan menengah. PMI manufaktur Caixin akan jatuh tempo pada 3 Juni.

    Sebelumnya, Tiongkok mengecam Sekretaris Negara Amerika Serikat Mike Pompeo. Kecaman itu datang karena Pompeo dianggap mengarang rumor setelah dia mengatakan kepala eksekutif Huawei Technologies Tiongkok berbohong tentang hubungan perusahaannya dengan Pemerintah Beijing.
     
    AS menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan minggu lalu, secara efektif melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan pembuat peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia dan meningkatkan pertempuran perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

    Pompeo, berbicara dalam sebuah wawancara di CNBC, menolak pernyataan CEO Huawei Ren Zhengfei bahwa perusahaannya tidak akan pernah berbagi rahasia pengguna. Namun, Pompeo percaya akan lebih banyak perusahaan Amerika yang memutuskan hubungan dengan raksasa teknologi itu.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id