Wall Street Merekah, Dow Jones Melesat 222 Poin

    Angga Bratadharma - 16 November 2019 07:20 WIB
    Wall Street Merekah, Dow Jones Melesat 222 Poin
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor optimistis tentang kemajuan pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok. Ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi antara kedua negara tersebut bisa segera berhenti demi kepentingan bersama.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 16 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 222,93 poin atau 0,80 persen menjadi 28.004,89. Sementara S&P 500 naik 23,83 poin atau 0,77 persen menjadi 3.120,46. Indeks Nasdaq Composite naik sebanyak 61,81 poin atau 0,73 persen menjadi 8.540,83.

    Sayam Caterpillar dan Boeing semuanya naik lebih dari satu persen pada penutupan pasar. Sebagian besar dari 30 saham unggulan di Dow diperdagangkan lebih tinggi dengan saham UnitedHealth Group dan Johnson & Johnson masing-masing naik 5,30 persen dan 3,04 persen, menjadi dua pemenang teratas.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi dengan sektor perawatan kesehatan naik 2,21 persen, memimpin kenaikan. Di depan data, Departemen Perdagangan AS melaporkan, penjualan ritel meningkat sebanyak 0,3 persen pada Oktober atau membalikkan penurunan 0,3 persen pada September.

    Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik kebijakan moneter Federal Reserve. Trump mengatakan keraguan bank sentral AS dalam menurunkan suku bunga acuan membatasi pertumbuhan ekonomi Paman Sam dan pergerakan pasar saham.
     
    Dalam pidato yang disampaikan di Economic Club of New York, Trump menekankan bahwa ekonomi AS tetap kuat, mengutip data pasar tenaga kerja yang membaik. Dia mengatakan pemerintahannya telah memenuhi janjinya dan melampaui ekspektasi dari sisi perekonomian.
     
    Hal itu terlepas dari jumlah rekor penaikan suku bunga acuan dan pengetatan kuantitatif oleh Federal Reserve sejak dia memenangkan pemilihan Presiden. "Delapan peningkatan (suku bunga) secara total dan menurut saya terlalu cepat serta terlalu lambat," kata Trump.

    Trump mencatat bahwa sejak pemilihannya S&P 500 telah meningkat lebih dari 45 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat lebih dari 50 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 60 persen. "Jika kami memiliki Federal Reserve yang bekerja dengan kami, Anda bisa menambahkan 25 persen ke masing-masing angka itu, saya jamin itu," kata Trump.
     
    Lebih lanjut, ia menilai, tingkat suku bunga acuan yang lebih tinggi menempatkan Amerika Serikat pada kerugian kompetitif dibandingkan dengan seluruh dunia, terutama negara-negara yang telah memperkenalkan suku bunga negatif.
     
    "Kami secara aktif bersaing dengan negara-negara yang secara terbuka memangkas suku bunga sehingga sekarang banyak yang benar-benar dibayar ketika mereka melunasi pinjaman mereka, yang dikenal sebagai bunga negatif. Siapa yang pernah mendengar hal seperti itu?" pungkas Trump.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id