AS-Tiongkok Dekati Kesepakatan Dagang, Mata Uang Safe Haven Jatuh

    Antara - 06 November 2019 09:16 WIB
    AS-Tiongkok Dekati Kesepakatan Dagang, Mata Uang <i>Safe Haven</i> Jatuh
    Ilustrasi. AFP/Ed Jones
    New York: Mata uang safe haven yen Jepang dan franc Swiss merosot terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena tanda-tanda yang berkembang bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok semakin mendekati kesepakatan perdagangan, yang mendorong investor mencari mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi.

    Kenaikan terhadap mata uang yen dan franc Swiss mendorong indeks dolar ke level tertinggi tiga minggu, mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun AS. Mata uang yang berorientasi perdagangan seperti dolar Australia juga melonjak, dengan mata uang Tiongkok naik ke level tertinggi tiga bulan terhadap greenback.

    Keputusan dari bank sentral Tiongkok untuk memangkas suku bunga kredit hanya lima basis poin juga meningkatkan pengambilan risiko secara keseluruhan. Adapun Tiongkok mendorong Presiden AS Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif yang diberlakukan pada September sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok fase satu.

    "Tumbuhnya optimisme kesepakatan perdagangan mendorong di balik kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun AS minggu ini dan kami pikir langkah pagi ini di atas 1,83 persen membuat dana mendambakan terobosan lebih tinggi ke 109-an (dalam dolar/yen)," kata Kepala Strategi Valas Exchange Bank of Canada Erik Bregar, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 6 November 2019.

    Dalam perdagangan sore, USD naik 0,6 persen terhadap yen menjadi 109,21 yen, dan naik 0,6 persen terhadap franc Swiss di 0,9935. Yen dan franc Swiss cenderung menguat pada saat terjadi ketegangan geopolitik dan tekanan finansial. Indeks dolar naik 0,5 persen menjadi 97,969.

    Yuan diperdagangkan di pasar luar negeri melonjak ke level terkuat sejak 5 Agustus di 6,9838 yuan terhadap dolar. Yuan di pasar Tiongkok juga mencatatkan penutupan terkuat sejak 2 Agustus. Mata uang yuan mempertahankan kenaikannya bahkan setelah bank sentral Tiongkok memangkas suku bunga pinjaman jangka menengah (MLF) satu tahun untuk pertama kalinya.

    Tiongkok dan Amerika Serikat telah memberlakukan tarif pada barang satu sama lain dalam perang dagang yang telah berlangsung selama 16 bulan dan meningkatkan momok resesi global.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id