Bursa Saham AS Tumbang

    Angga Bratadharma - 03 Desember 2019 07:08 WIB
    Bursa Saham AS Tumbang
    Ilustrasi. FOTO: Pando
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di hari perdagangan pertama Desember. Pelemahan terjadi karena investor mencerna data ekonomi terbaru, termasuk perkembangan baru negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 3 Desember 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 268,37 poin atau 0,96 persen menjadi 27.783,04. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 27,11 poin atau 0,86 persen menjadi 3.113,87. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,48 poin atau 1,12 persen menjadi 8.567,99.

    Sebagian besar dari 30 komponen Dow Jones diperdagangkan di wilayah merah, dengan Boeing dan American Express masing-masing turun tiga persen dan 2,38 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor real estat kehilangan 1,75 persen, pecundang terbesar.

    Sementara itu, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah persediaan dan data pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru lembaga riset Institute for Supply Management (ISM). Indeks manufaktur AS merosot ke 48,1 persen pada November, atau 0,2 poin lebih rendah dari pembacaan Oktober.

    Di sisi lain, Federal Reserve Amerika Serikat memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melemah pada kuartal keempat 2019 karena pebisnis pesimistis akibat adanya ketidakpastian perdagangan. Ada harapan agar perselisihan dagang yang sedang terjadi antara Washington dengan Beijing bisa segera berhenti.
     
    "Salah satu alasan kuartal keempat akan menjadi lemah, kami percaya, mungkin penyesuaian inventaris yang signifikan, yang mungkin sebanyak setengah persen atau lebih dari pertumbuhan PDB," kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan.
     
    "Berarti orang-orang telah mengacaukan (adanya ketidakpastian perdagangan). Dan mungkin alasan mereka mengalah adalah ada banyak pesimisme selama beberapa bulan terakhir tentang, Anda tahu, prospek pertumbuhan masa depan," tambahnya.

    Menurut perkiraan terbaru yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of Atlanta pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun ke tingkat tahunan 0,4 persen pada kuartal keempat tahunn ini. Kaplan mencatat bahwa ketidakpastian perdagangan adalah salah satu alasan utama yang melemahkan pertumbuhan ekonomi global dan investasi bisnis.
     
    "Saya pikir manufaktur yang lemah, pertumbuhan global yang lemah, investasi bisnis yang lemah semua berhubungan dengan ketidakpastian mengenai perdagangan. Dan jika itu menjadi stabil, saya pikir kita akan memiliki kesempatan untuk melihat langkah-langkah tersebut membaik," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id