Minyak Dunia Tertekan Penyebaran Virus Korona

    Antara - 27 Februari 2020 08:01 WIB
    Minyak Dunia Tertekan Penyebaran Virus Korona
    Ilustrasi. FOTO: Frederic J. BROWN/AFP
    New York: Harga minyak jatuh ke level terendah dalam lebih dari satu tahun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis WIB). Hal itu terjadi setelah ratusan kasus Covid-19 baru dilaporkan di Eropa dan Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa permintaan energi akan menurun, dan di tengah kekhawatiran bahwa virus dapat menyebar ke seluruh Amerika Serikat.

    Mengutip Antara, Kamis, 27 Februari 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup USD53,43 per barel, merosot USD1,52 atau 2,77 persen. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April menetap di USD48,73 per barel, turun USD1,17 atau 2,34 persen.

    Di awal sesi, kedua acuan mencapai titik terendah sejak Januari 2019, dengan Brent turun ke USD53,03 per barel dan WTI merosot ke USD48,30 per barel. Minyak mengikuti ekuitas lebih rendah setelah laporan bahwa 83 orang sedang dipantau di New York untuk kemungkinan paparan Covid-19.

    Kasus-kasus pertama virus dikonfirmasi di negara-negara termasuk Yunani, Georgia, dan Brasil, sementara pihak berwenang memberlakukan lebih banyak pembatasan perjalanan dan karantina di berbagai benua. Minyak pemanas AS mencapai titik terendah sejak 2017, mencerminkan penurunan permintaan diesel karena penyebaran virus.

    Harga sempat berubah positif setelah pemerintah AS melaporkan penurunan persediaan bensin pekan lalu. Stok minyak mentah naik 452 ribu barel menjadi 443,3 juta barel, Badan Informasi Energi AS mengatakan, lebih rendah dari yang diperkirakan analis untuk kenaikan dua juta barel.

    "Ini masih tentang virus di sini. Akan sulit bagi aset berisiko untuk mengumpulkan momentum," kata Direktur Berjangka Energi Mizuho Bob Yawger, di New York.

    Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak 2020 menjadi 600 ribu barel per hari (bph) dari 1,2 juta barel per hari, dan menurunkan perkiraan Brent menjadi USD60 per barel dari USD63. Pihak berwenang di seluruh dunia berjuang untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang telah ditemukan di setidaknya di 30 negara.

    Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sementara peningkatan tiba-tiba dalam kasus virus korona baru sangat memprihatinkan, virus itu masih bisa diatasi dan tidak dianggap sebagai pandemi. Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan mengadakan konferensi pers mengenai virus korona pada pukul 06.00 sore waktu setempat.

    Pasar juga mengamati kemungkinan pemangkasan produksi yang lebih dalam oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+. OPEC+ dijadwalkan bertemu di Wina pada 5-6 Maret.

    "Namun tidak ada jaminan bahwa pembeli akan keluar dari tempat tak terduga sekalipun OPEC+ semakin memperketat keran minyak," kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id