Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah

    Antara - 11 Februari 2020 08:04 WIB
    Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    New York: Harga minyak jatuh ke level terendah sejak Desember 2018 pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Penurunan ini tertekan melemahnya permintaan dari Tiongkok di tengah wabah virus korona dan ketika para pedagang menunggu apakah Rusia akan bergabung dengan produsen lain dalam upaya pengurangan produksi lebih lanjut.

    Mengutip Antara, Selasa, 11 Februari 2020, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun USD1,20 atau 2,2 persen menjadi USD53,27 per barel, penutupan terendah sejak 28 Desember 2018.

    Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun USD0,75 atau 1,5 persen menjadi USD49,57, penutupan terendah sejak 7 Januari 2019.

    Penurunan tersebut membuat Brent dan WTI berada di wilayah oversold masing-masing selama 13 hari dan 14 hari, garis bearish terpanjang sejak November 2018.

    Harga minyak telah turun lebih dari 25 persen dari puncaknya pada Januari, dengan minyak mentah AS (WTI) kembali di bawah USD50 per barel setelah virus yang menyebar memukul permintaan di Tiongkok, importir minyak terbesar di dunia, dan memicu kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

    "Pasar minyak terus mengalami tekanan dari krisis kesehatan virus korona, yang telah membuat sektor transportasi dan manufaktur Tiongkok macet," kata analis di Eurasia Group dalam sebuah laporan.

    Impor minyak mentah dan gas alam Tiongkok telah anjlok karena sebagian besar pabrik penyulingan Tiongkok secara signifikan memotong operasi mereka, sementara terminal impor memangkas pesanan untuk pengiriman baru dan beberapa telah menyatakan force majeure.

    Beijing telah mengatur dukungan untuk perusahaan dan pasar keuangan dalam sepekan terakhir dan investor berharap lebih banyak stimulus untuk mengangkat ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

    Kekhawatiran atas pasokan tidak berkurang pada Jumat pekan lalu, ketika Rusia mengatakan perlu lebih banyak waktu untuk memutuskan rekomendasi dari komite teknis yang telah menyarankan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk mengurangi produksi lagi 600 ribu barel per hari (bph).

    Kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, telah menerapkan pemotongan 1,2 juta barel per hari sejak Januari 2019 untuk mengurangi kelebihan pasokan global dan menopang harga minyak mentah. Menteri Perminyakan Aljazair Mohamed Arkab mengatakan pada komite telah menyarankan pengurangan produksi lebih lanjut sampai akhir kuartal kedua.

    Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan Moskow membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai situasi, menambahkan bahwa pertumbuhan produksi minyak mentah AS akan melambat dan permintaan global masih solid.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id