2019, IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global Jadi 3,5%

    Husen Miftahudin - 22 Januari 2019 07:02 WIB
    2019, IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global Jadi 3,5%
    Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Xinhua/Xu Jinquan)
    Davos: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan ekspansi global telah melemah dan ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3,5 persen pada 2019 dan 3,6 persen di 2020. Proyeksi terbaru itu dirilis menjelang pertemuan para pemimpin dunia dan CEO dalam rangkaian World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

    IMF menambahkan perkiraan pertumbuhan tersebut masing-masing turun 0,2 persen dan 0,1 persen dibandingkan dengan proyeksi di Oktober 2018. "Setelah dua tahun ekspansi yang solid, ekonomi dunia tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan dan risikonya meningkat," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa, 22 Januari 2019.

    Lagarde memperingatkan ketika ekonomi terus bergerak maju maka sejalan dengan risiko besar yang menghadang yang beberapa di antaranya terkait dengan kebijakan. Bahkan, risiko tersebut semakin membesar ketika dikaitkan dengan tarif masa depan perdagangan global dan volatilitas pasar yang lebih tinggi.

    Belum lagi adanya pengetatan kondisi keuangan di dunia dikarenakan beban utang yang teramat tinggi. Namun kondisi itu tidak berarti dunia menghadapi resesi, kata Lagarde, tetapi hanya perlambatan. Menurutnya komunitas internasional harus bersatu untuk membangun masa depan yang lebih cerah untuk semua.

    "Di semua ekonomi, langkah-langkah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan, meningkatkan inklusivitas, dan memperkuat penyangga fiskal dan keuangan di lingkungan yang memiliki beban utang tinggi dan kondisi keuangan yang lebih ketat adalah keharusan," kata Lagarde.

    Sebelumnya, Lagarde mendesak negara-negara di dunia untuk menata kembali kerja sama internasional dan bersama-sama membangun multilateralisme baru. Adapun kerja sama internasional yang baik memberikan efek positif terhadap perekonomian dunia.

    "Kerja sama internasional sangat penting, bukan pilihan," kata Lagarde.

    Mengingat sejarah lembaga Bretton Woods yang dibentuk setelah Perang Dunia II, yang terdiri dari IMF dan Bank Dunia, Lagarde mengatakan sistem kolaboratif adalah revolusioner dan visioner. Tapi hari ini, lanskap telah bergeser didorong oleh geopolitik dan pergeseran kekuatan ekonomi oleh perusahaan multinasional dan inovasi teknologi.

    "Transformasi ini dapat membawa peluang besar tetapi juga risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya," pungkas Lagarde.

     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id