Perang Dagang AS-UE Berpotensi Buat Dunia Alami Resesi

    Angga Bratadharma - 21 Oktober 2019 12:01 WIB
    Perang Dagang AS-UE Berpotensi Buat Dunia Alami Resesi
    Ilustrasi. Foto: RBS
    Brussels: Kepala Badan PBB yang bertanggung jawab untuk mempromosikan perdagangan di seluruh negara maju telah memperingatkan bahwa perang tarif antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) akan membuat ekonomi global mengalami resesi. Hal tersebut tentu diharapkan tidak terjadi demi kepentingan bersama.

    "Itu berarti langsung menuju resesi. Semua ini menunjuk ke satu arah. Jika kita terus menggali lubang yang sama, kita akan melihat resesi besar," kata Direktur Eksekutif International Trade Center (ITC) Arancha Gonzalez, dalam sebuah wawancara setelah pertemuan dengan pejabat Komisi Eropa, di Brussels, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 21 Oktober 2019.

    Tarif AS untuk produk-produk Eropa senilai USD7,5 miliar dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi wewenang kepada AS untuk mengambil tindakan balasan terhadap UE guna memperbaiki dekade-dekade sebelumnya terkait subsidi ilegal kepada produsen pesawat terbang Airbus.

    Komisi Eropa, yang mengawasi kebijakan perdagangan untuk Uni Eropa, telah berulang kali mengatakan bahwa mereka ingin memasuki negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan tanpa menggunakan tarif. Komisi Eropa menilai tindakan itu penting guna meredam terjadinya perang dagang.

    "Apa yang kita ketahui secara mendasar adalah bahwa tarif tidak menyelesaikan masalah," ungkap Gonzalez.

    Sebelumnya, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) baru saja memberi wewenang kepada Amerika Serikat untuk terus maju dengan tarifnya yang bernilai miliaran dolar di Uni Eropa. Namun, langkah itu dinilai masalah besar yang diharapkan proses penyelesaiannya bisa diselesaikan oleh kedua belah pihak di meja perundingan.
     
    "Tetapi Washington dan Brussels belum mencapai banyak hal dalam negosiasi perdagangan mereka di masa lalu, sehingga tarif AS atas USD7,5 miliar barang Eropa dapat tetap di tempat selama berbulan-bulan," kata mantan Wakil Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Clete Willems.
     
    "Ini masalah besar. Tarif USD7,5 miliar adalah jumlah pembalasan terbesar yang pernah diizinkan WTO. Jadi, ini adalah kemenangan besar bagi Amerika Serikat," tambah Willems, yang sekarang menjadi mitra di firma hukum Akin Gump setelah meninggalkan posisinya di Gedung Putih pada April silam.

    "Pada akhirnya, apa yang ingin mereka lakukan adalah menggunakan tarif untuk mendapatkan hasil yang dinegosiasikan. Saya pikir kedua pihak belum bekerja sama dengan baik dalam hal negosiasi perdagangan akhir-akhir ini dan mungkin perlu waktu bagi mereka menyelesaikan masalah. Jadi Anda akan melihat tarif ini tetap ada untuk beberapa bulan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id