• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pakar Energi AS: Perang Dagang Berdampak Negatif ke Industri Migas

Annisa ayu artanti - 11 Juli 2018 07:11 wib
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)
Ilustrasi (THOMAS SAMSON/AFP)

Houston: Eskalasi sengketa perdagangan akibat tarif dagang yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memberi dampak negatif bagi industri minyak dan gas global serta perekonomian dunia secara keseluruhan. Diharapkan kondisi ini bisa segera diselesaikan secepat mungkin demi kepentingan bersama.

Pakar Energi Baker Institute Amerika Serikat Anna Mikulska khawatir ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan memperlambat investasi dan meningkatkan biaya dalam industri minyak dan gas Amerika Serikat. Tentu hal semacam ini diharapkan tidak terjadi karena menghambat pemulihan ekonomi global.

Pada Jumat lalu, Pemerintah Amerika Serikat memulai perang dagang dengan memberlakukan tarif tambahan sebanyak 25 persen pada USD34 miliar barang impor dari Tiongkok. Pemerintahan Donald Trump juga mendorong perang dagang dilakukan ke beberapa negara lain.

"Jika banyak negara mulai memberlakukan tarif atas produksi minyak dan gas Amerika Serikat maka itu bisa menjadi lebih bermasalah," kata Anna Mikulska, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu, 11 Juli 2018.

Mikulska mengatakan perang dagang dengan menaikan tarif impor dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. "Jika ekonomi dunia melambat, satu kekhawatiran adalah berapa banyak minyak dan gas yang bisa dikonsumsi," ucap Mikulska.

Dirinya mengatakan penelitian menunjukkan jika ekonomi dunia terutama ekonomi Asia tidak berkinerja baik maka produksi minyak dan gas Amerika Serikat juga tidak bekerja dengan baik. "Produksi minyak dan gas AS juga tidak berkinerja baik, hanya karena pasar tidak memiliki banyak permintaan," kata dia.

Adapun memaksakan tarif secara sepihak tidak membantu pemulihan ekonomi dunia. Hal ini akan memotong akses barang, meningkatkan biaya konsumen, dan berpotensi memperlambat ekonomi untuk kedua belah pihak.

 


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.