LPPI Ingatkan Mitigasi terhadap Gejolak Ekonomi Global

    Antara - 13 November 2019 12:03 WIB
    LPPI Ingatkan Mitigasi terhadap Gejolak Ekonomi Global
    Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA
    Jakarta: Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Lando Simatupang mengingatkan pentingnya mitigasi bagi industri keuangan terhadap potensi terjadinya gejolak ekonomi global di masa depan. Hal itu penting agar industri jasa keuangan tetap bisa tumbuh maksimal dan menopang laju perekonomian.

    "Meski industri keuangan Tanah Air sejauh ini masih terjaga, namun ancaman gejolak ekonomi global di atas tetap harus dimitigasi secara serius," kata Lando, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

    Hal tersebut diungkapkannya saat mengisi seminar Indonesia Risk Management Outlook 2020 dengan tema "Strengthening Risk Mitigation amid Global Downturn" yang berlangsung di Bali. Lando mengatakan industri keuangan harus mulai meningkatkan kewaspadaan.

    Karena, lanjutnya, kebijakan perdagangan dari dua negara adidaya yaitu AS dan Tiongkok masih sulit dikalkulasi dan diprediksi. Situasi itu yang menyebabkan kondisi ekonomi global pada 2020 belum akan membaik, bahkan cenderung memburuk, karena beberapa negara diperkirakan mengalami resesi.

    Lembaga pemeringkat Moody’s bahkan mengeluarkan peringatan bahwa tingkat kemungkinan terjadinya resesi pada ekonomi global dalam 12-18 bulan ke depan sangat tinggi. Kondisi itu menambah permasalahan pada kondisi sektor keuangan global yang masih terus dibayangi gejolak, salah satunya terkait persoalan Deutsche Bank.

    Deutsche Bank yang memiliki komposisi portofolio aset berisiko dari kontrak derivatif dalam beberapa tahun terakhir, berpotensi memicu kekacauan global jika kondisi keuangannya terus memburuk. "Hal itu berpotensi muncul bersamaan dengan maraknya praktik digital ekonomi yang terus berlangsung di Indonesia dan mulai menimbulkan ekses negatif," tuturnya.

    Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia Doddy Zulverdy mengatakan bauran kebijakan menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi lima persen pada 2020. Bauran kebijakan diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    "Yang diperkirakan sedikit melambat di bawah titik tengah kisaran 5,0-5,4 persen pada 2019 dan untuk kemudian meningkat menuju titik tengah kisaran 5,1-5,5 persen pada 2020," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id