IMF: Ekonomi AS Tidak Kebal dari Tantangan Eksternal

    Angga Bratadharma - 20 Juli 2019 18:03 WIB
    IMF: Ekonomi AS Tidak Kebal dari Tantangan Eksternal
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    New York: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) David Lipton menilai ekonomi Amerika Serikat (AS) berkinerja baik tetapi tidak kebal dari tantangan eksternal yang dapat memengaruhi roda perekonomian mencapai titik target. Adapun tantangan eksternal itu patut diantisipasi agar tidak memberikan efek negatif secara luas.

    "Tidak peduli bagaimana Anda memotongnya, ekonomi AS baik-baik saja. Dan kondisi itu tetap baik-baik saja meski (kinerja) perdagangan global sangat lambat," kata David Lipton, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Namun, ia menambahkan, ada banyak peristiwa lainnya di dunia yang dapat mempengaruhi ekonomi AS dan masuk akal untuk waspada terhadap semua itu. "Kami tidak memiliki resesi di baseline (skenario) kami. Tetapi mengingat ketegangan perdagangan dan teknologi, serta mengingat pasar keuangan maka kerentanan meningkat," tambahnya.

    Lipton mengomentari kekuatan ekonomi AS dengan mencatat bagaimana pertumbuhan telah menurunkan tingkat pengangguran menjadi 3,7 persen tanpa menyebabkan inflasi. Tetapi perdagangan global tetap menjadi perhatian besar bagi investor, bisnis, dan organisasi seperti IMF yang telah menyoroti efek ekonomi negatif dari hambatan perdagangan.

    Ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan tarif yang dihasilkan telah berdampak negatif pada konsumen dan juga banyak produsen di kedua negara. IMF pun memperingatkan kenaikan bea masuk akan secara signifikan mengurangi sentimen bisnis dan pasar keuangan, serta mengganggu rantai pasokan global.

    "(Termasuk) membahayakan pemulihan yang diproyeksikan dalam pertumbuhan (ekonomi) global pada 2019," kata IMF.

    IMF mencatat bagaimana tarif tinggi memberikan dorongan terhadap neraca perdagangan bilateral pada 2019. Tapi pada akhirnya, defisit perdagangan AS meningkat ketika impor dari Tiongkok naik. Dalam laporan Outlook Ekonomi Dunia terakhir pada April, IMF memproyeksikan pertumbuhan global melambat dari 3,6 persen pada 2018 menjadi 3,3 persen pada 2019.

    "Sebelum kembali ke 3,6 persen pada 2020. IMF kemudian memperkirakan pertumbuhan 6,3 persen untuk Tiongkok pada 2019 dan 2,3 persen pertumbuhan ekonomi untuk AS," ungkap IMF dalam laporan tersebut.

    Kekhawatiran atas ketegangan perdagangan global telah membuat bank sentral menjadi sorotan terkait bagaimana merangsang ekonomi agar tidak terus jatuh. Lipton mengatakan jika resesi global terjadi -walaupun IMF tidak memprediksi- maka bank sentral dan pemerintah harus siap untuk bereaksi dengan kebijakan moneter dan fiskal yang tepat.

    "Ini adalah waktu bagi dunia untuk menghindari penurunan. Itu berarti berurusan dengan ketegangan perdagangan dan teknologi melalui dialog sehingga tidak ada luka yang ditimbulkan oleh diri sendiri tetapi siap juga untuk merespons jika ekonomi melambat," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id