Tiongkok Belum Tentu Patuh dengan AS di G20

    Angga Bratadharma - 15 Juni 2019 17:06 WIB
    Tiongkok Belum Tentu Patuh dengan AS di G20
    Ilustrasi (AFP/Johannes EISELE)
    Washington: Mantan penasihat perdagangan utama untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Clete Willems, mengatakan AS dan Tiongkok belum pasti akan mencapai kesepakatan saat kedua negara bertemu di KTT G20 akhir bulan ini. Kesepakatan itu terkait negosiasi panjang hubungan dagang.

    "Tidak akan ada kesepakatan di G20 (antara AS dengan Tiongkok mengenai hubungan dagang)," kata Clete Willems, dalam sebuah wawancara dengan Kayla Tausche di acara Capital Exchange CNBC di Washington, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 Juni 2019.

    Willems, yang merupakan Wakil Direktur Dewan Ekonomi Nasional dan yang memainkan peran negosiasi utama dalam KTT multilateral sebelumnya, mengatakan bahwa KTT tingkat tinggi di Osaka, Jepang, dapat menjadi katalisator untuk menutup kesepakatan dengan Beijing.

    Trump terus mengharapkan dapat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan puncak itu. Trump mengatakan kepada CNBC bahwa dia akan mengenakan tarif baru pada barang-barang Tiongkok jika Xi Jinping tidak hadir.

    Willems, yang keberangkatannya dari Pemerintahan Trump diumumkan pada Maret, mengaku lebih bullish pada prospek kesepakatan AS-Tiongkok. Dia memperkirakan bahwa kesepakatan itu tidak akan datang di bulan depan. Adapun perang dagang yang sedang terjadi sekarang tidak ditampik bisa memberikan efek negatif.

    "KTT G20 yang dijadwalkan 28-29 Juni dapat mengkatalisasi periode negosiasi yang produktif di mana kesepakatan itu ditutup," kata Willems seraya menyarankan bahwa melihat kerangka waktu tiga atau enam bulan mungkin lebih masuk akal.

    Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan CNBC untuk mengomentari komentar Willems. Pandangan optimistis mantan penasihat pada negosiasi AS-Tiongkok datang ketika pembicaraan antara kedua negara tampaknya terhenti.

    Gedung Putih awal tahun ini menggembar-gemborkan apa yang dikatakannya adalah kemajuan menuju kesepakatan dengan Beijing untuk mengatasi defisit perdagangan dan dugaan pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa, tetapi negosiasi tampaknya macet pada Mei.

    Trump mengumumkan tarif impor Tiongkok senilai USD200 miliar pada bulan yang sama, dan Beijing membalas dengan mengenakan bea atas barang-barang AS senilai USD60 miliar. Trump mengatakan dia siap untuk menampar tarif tambahan pada USD300 miliar barang Tiongkok.

    "Kesepakatan Tiongkok akan berhasil. Anda tahu mengapa? Karena tarif," pungkas Trump.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id