Afrika Dapat Keuntungan dari Meredanya Sengketa Dagang AS-Tiongkok

    13 Juli 2019 14:04 WIB
    Afrika Dapat Keuntungan dari Meredanya Sengketa Dagang AS-Tiongkok
    Ilustrasi (MI/RAMDANI)
    Nairobi: Tawaran terbaru dari Tiongkok dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah perdagangan menandakan masa-masa yang lebih baik bagi perdagangan global. Dalam hal ini, Afrika diyakini mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Tentu ada harapan agar sengketa dagang ini bisa segera berakhir demi kepentingan bersama.

    Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump sepakat di G20 untuk memulai kembali negosiasi perdagangan berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati. Ini menandai konsensus penting setelah langkah-langkah proteksionisme AS yang telah memicu peningkatan baru ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

    Cavince Adhere, seorang sarjana yang berbasis di Nairobi pada hubungan Tiongkok-Afrika mengatakan, meredanya ketegangan perdagangan adalah bantuan selamat datang untuk ekonomi global. Tentu ada harapan agar perang dagang bisa benar-benar terhenti dan AS-Tiongkok bisa menghentikan pengenaan tarif yang tinggi.

    "Perselisihan perdagangan telah terlalu lama membebani perekonomian global. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) adalah salah satu lembaga yang baru-baru ini mengatakan bahwa ekonomi global pada 2019 dan 2020 akan terus menghadapi angin sakal karena pertengkaran perdagangan," kata Adhere, seperti dikuti dari CNBC, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Eric Mang'unyi, seorang peneliti di Universitas Walter Sisulu di Afrika Selatan menambahkan, pengumuman negosiasi baru antara AS dan Tiongkok menunjukkan kemajuan dan komitmen setelah berbulan-bulan mengalami kesulitan. Para analis mengamati sengketa perdagangan yang diprakarsai AS telah berdampak negatif pada perdagangan global dan ekonomi.

    "Telah ada gelombang kejutan dalam perdagangan global," kata Mang'unyi yangmencatat bahwa Amerika Serikat juga telah bersitegang dengan mitra dagang lainnya.

    Dalam beberapa bulan terakhir, lembaga-lembaga global seperti Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia telah menurunkan proyeksi pertumbuhan untuk benua Afrika dengan alasan perang dagang AS-Tiongkok yang berkepanjangan, dan bukan demi kepentingan siapa pun jika perselisihan ini berlanjut.

    "Proteksionisme tidak mendorong persaingan. Ini mengarah pada ketidakstabilan pasar. Beberapa negara mungkin kehilangan keunggulan kompetitif mereka karena perselisihan," kata Mang'unyi.

    Adhere mengatakan, Afrika sebagai benua dan masing-masing negara akan diuntungkan dari gencatan senjata dalam banyak aspek, termasuk mengalami peningkatan aliran modal masuk. gencatan senjata memberikan dorongan ke Afrika ketika benua itu bersiap mendirikan kawasan perdagangan bebas, yang diharapkan meningkatkan perdagangan dan investasi.

    "Afrika sangat bergantung pada aliran modal masuk, perdagangan, dan investasi. Ini tidak dapat terjadi jika kedua negara berada dalam pergolakan," pungkas Adhere.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id