Ketakutan Virus Korona Masih Bikin Dolar AS 'Demam'

    Antara - 11 Februari 2020 07:21 WIB
    Ketakutan Virus Korona Masih Bikin Dolar AS 'Demam'
    Ilustrasi. Foto: dok MI.
    New York: Dolar mencapai level tertinggi alam empat bulan terhadap euro pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran tentang virus korona mendorong permintaan aset safe havens.

    Prospek bullish ekonomi Amerika Serikat dan lemahnya data ekonomi di zona euro, juga membuat greenback lebih menarik daripada mata uang tunggal. Demikian seperti dikutip dari Antara, Selasa, 11 Februari 2020.

    Pada Senin, 10 Februari 2020, tercatat 40.235 kasus yang dikonfirmasi dilaporkan di Tiongkok dan 909 kematian akibat virus, serta 319 kasus di 24 negara lain, termasuk satu kematian.
    Investor khawatir penyebaran virus akan merusak prospek ekonomi global.

    Data ekonomi yang relatif kuat di Amerika Serikat juga membuat greenback lebih menarik. Data pada Jumat menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan AS meningkat pada Januari.
    Sebaliknya, output industri Jerman mencatat penurunan terbesar pada Desember sejak tahun resesi 2009, data pada Jumat menunjukkan. Sementara data Senin juga mengungkapkan bahwa output industri Italia jauh lebih lemah dari yang diharapkan pada Desember.

    "Kami memiliki data AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan, ditambah dengan data zona euro yang jauh lebih lemah dari yang diperkirakan," kata Win Thin, kepala strategi mata uang global di Brown Brothers Harriman di New York.

    "Kami mendapatkan permintaan safe-haven dari virus Korona. Itu membunuh euro dan benar-benar menguntungkan dolar, dan sedikit banyak yen dan Swiss," kata Thin.

    Ketidakpastian politik di Jerman merupakan hambatan tambahan untuk euro. Annegret Kramp-Karrenbauer, pemimpin Demokrat Kristen Kanselir Angela Merkel, pada Senin menegaskan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri sebagai kanselir dalam pemilihan federal tahun depan tetapi menambahkan bahwa ia akan tetap menjadi ketua partai sampai calon lain ditemukan.

    Euro turun ke level terendah empat bulan di 1,0907 dolar, sebelum naik kembali ke 1,0914 dolar. Pound Inggris turun ke level terendah dua bulan di 1,2870 dolar sebelum rebound ke 1,2917 dolar. Dolar Australia merosot ke 0,6656 dolar, terendah sejak 2009, sebelum rebound ke 0,6679 dolar. Ekonomi Australia terkait erat dengan Tiongkok.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id