Surplus Neraca Berjalan Korsel Terendah dalam Tujuh Tahun Terakhir

    Arif Wicaksono - 06 Februari 2020 15:23 WIB
    Surplus Neraca Berjalan Korsel Terendah dalam Tujuh Tahun Terakhir
    Korea Selatan. Foto : AFP.
    Seoul: Surplus neraca transaksi berjalan Korea Selatan (Korsel) mencapai level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Kondisi ini sebagai akibat dari kemerosotan ekspor yang disebabkan oleh sengketa perdagangan global serta penurunan industri chip global.

    Dikutip dari Xinhua, Kamis, 6 Februari 2020, Bank of Korea (BoK) mencatat surplus transaksi berjalan mencapai USD59,97 miliar pada 2019, turun dari surplus USD77,47 miliar pada tahun sebelumnya.

    Neraca transaksi berjalan, ukuran terluas dari perdagangan lintas batas, tetap bertahan selama 22 tahun berturut-turut sejak tahun 1998, tetapi ini merupakan yang terendah dalam tujuh tahun sejak 2012.

    Surplus yang lebih rendah disebabkan oleh penurunan ekspor dua digit, yang menyumbang sekitar setengah dari ekonomi yang didorong ekspor. Ekspor barang turun 10,3 persen dari tahun ini menjadi USD561,96 miliar pada 2019, sementara impor barang turun 6,0 persen menjadi USD485,1 miliar.

    Surplus perdagangan barang mencapai USD76,86 miliar tahun lalu, turun USD33,23 miliar dari tahun sebelumnya. Pengurangan ekspor terjadi di tengah sengketa perdagangan global dan penurunan industri semikonduktor global.

    Neraca akun jasa, yang mengukur aliran perjalanan, biaya transportasi, dan royalti, mencatat defisit USD23,02 miliar pada 2019, turun dari defisit USD29,37 miliar pada tahun sebelumnya.

    PDB Korsel

    Produk domestik bruto riil Korea Selatan (PDB), disesuaikan dengan inflasi, mencatat pertumbuhan terendah dalam 10 tahun lalu. Bank of Korea (BoK) mencatat PDB riil tumbuh dua persen pada 2019 dari tahun sebelumnya, setelah masing-masing tumbuh 3,2 persen pada 2017 dan 2,7 persen pada 2018.
     
    Dikutip dari Xinhua, Minggu, 26 Januari 2020, ini merupakan pertumbuhan terendah sejak 2009 ketika PDB riil naik 0,8 persen akibat efek negatif krisis keuangan global. Ekspansi PDB 2019 berada di bawah estimasi potensi pertumbuhan sebesar 2,5-2,6 persen untuk ekonomi Korea Selatan.
     
    Kemerosotan ekonomi terutama disebabkan oleh perselisihan perdagangan global dan penurunan industri chip global yang menyebabkan penurunan ekspor selama 13 bulan berturut-turut hingga Desember.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id