Fed: Tiongkok Bakal Melihat Langit Biru

    25 Mei 2019 15:04 WIB
    Fed: Tiongkok Bakal Melihat Langit Biru
    Gedung The Fed (Karen Bleier/AFP)
    Hong Kong: Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard menyatakan optimisme bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka, meskipun ada kemunduran negosiasi baru-baru ini. Kesepakatan dagang tentu diharapkan bisa segera tercapai demi kepentingan bersama.

    "Basis saya terus dan bahwa kita akan mendapatkan kesepakatan tentang perdagangan (antara AS-Tiongkok). Saya pikir itu baik untuk Tiongkok dan AS," kata Bullard, yang merupakan anggota pemungutan suara pada kebijakan bank sentral di Komite Pasar Terbuka Federal tahun ini, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 25 Mei 2019.

    Bullard menambahkan bahwa Tiongkok harus menerima tuntutan AS dalam pembicaraan perdagangan untuk menarik lebih banyak modal asing, dengan mengatakan negara itu akan berdiri untuk menuai manfaat besar. Sejauh ini perang dagang yang sedang terjadi memberikan efek negatif bagi kedua negara.

    "Mereka akan membangun kredibilitas pada perdagangan di dalam Tiongkok dan akan meyakinkan investor asing bahwa mereka dapat berinvestasi di Tiongkok dan diperlakukan dengan tepat. Dan hal-hal yang benar-benar baik mungkin akan terjadi bagi perekonomian Tiongkok ke depan," kata Bullard, menanggapi pertanyaan dari para hadirin.

    Pada tingkat ekonomi makro, lanjutnya, Tiongkok memang harus menyetujui segala sesuatu yang diminta oleh AS. Jika hal itu terjadi maka bukan tidak mungkin kesepakatan dagang di antara kedua negara bisa segera terealisasi. "Jika itu terjadi, saya akan melihat langit biru di depan untuk ekonomi Tiongkok," tuturnya.

    Lebih lanjut, dia memberikan peringatan bahwa ada risiko yang berlarut-larut dari perang tarif, yang pada akhirnya bisa menjadi sesuatu yang perlu ditangani oleh the Fed. "Saya akan mengatakan kita akan melihat hambatan perdagangan utama tetap ada," tukasnya.

    "Mereka harus setidaknya berada di tempat selama enam bulan sebelum Anda mulai benar-benar mengkhawatirkannya dari perspektif kebijakan moneter. Wajar dalam kerangka negosiasi bahwa Anda akan melihat banyak manuver tepat sebelum kesepakatan tercapai dan saya berharap itu lah yang kami amati sekarang," ucapnya.

    "Tetapi jika itu memburuk menjadi hambatan perdagangan permanen yang akan menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan dan disesuaikan oleh komite (the Fed). Tapi itu akan menjadi jalan jika itu terjadi," katanya, mengacu pada FOMC.

    Ketidakmampuan Amerika Serikat dan Tiongkok untuk menyelesaikan konflik perdagangan mereka -yang sekarang sudah berusia lebih dari satu tahun- telah memicu kekhawatiran baru tentang ekonomi global. Presiden Donald Trump awal bulan ini menaikkan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen untuk barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar.

    Sementara itu, Beijing melakukan pembalasan serupa kepada AS yakni mengenakan tarif baru terhadap barang-barang AS. Kondisi ini yang akhirnya meningkatkan ketegangan perdagangan di antara kedua negara. Sedangkan Trump telah mengancam tindakan lebih lanjut, yang dikatakan Morgan Stanley dapat menyebabkan resesi global.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id