Stok AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Menyusut

    Angga Bratadharma - 19 September 2019 08:02 WIB
    Stok AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND
    New York: Harga minyak dunia turun pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah data menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, rencana Arab Saudi yang bakal meningkatkan produksi minyaknya usai fasilitas utamanya diserang oleh pesawat tak berawak juga memberikan pengaruh tersendiri.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 19 September 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober turun USD1,23 menjadi USD58,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun USD0,95 menjadi USD63,6 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Persediaan minyak mentah komersial AS naik 1,1 juta barel selama pekan yang berakhir 13 September, menurut laporan status minyak mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS. Dari 417,1 juta barel, persediaan minyak mentah AS sekitar dua persen di bawah rata-rata lima tahun untuk tahun ini, menurut laporan itu.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini. Meski demikian, perang dagang yang sedang terjadi antara AS dengan Tiongkok masih memberikan beban tersendiri.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 36,28 poin atau 0,13 persen menjadi 27.147,08. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 1,03 poin atau 0,03 persen menjadi 3.006,73. Indeks Komposit Nasdaq turun 8,62 poin, atau 0,11 persen, menjadi 8.177,39.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan utilitas dan keuangan masing-masing naik sebanyak 0,47 persen dan 0,43 persen, melampaui sisanya. Sedangkan saham energi turun 0,42 persen, di antara saham dengan kinerja terburuk.

    Sementara itu, Federal Reserve AS atau bank sentral AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global. Langkah itu menyusul penurunan suku bunga acuan pada Juli yang pertama dalam lebih dari satu dasawarsa.

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan dana federal (federal funds rate) sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.

    "Meskipun pasar tenaga kerja kuat dan pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran rumah tangga, investasi tetap bisnis dan ekspor telah melemah. Pada basis 12 bulan, inflasi keseluruhan dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi berjalan di bawah target inflasi bank sentral sebesar dua persen," kata FOMC dalam sebuah pernyataan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id