Harga Minyak Tertekan Usai Persediaan AS Mengecewakan Pasar

    18 April 2019 08:04 WIB
    Harga Minyak Tertekan Usai Persediaan AS Mengecewakan Pasar
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    New York: Harga minyak mentah sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), tertekan data pemerintah yang menunjukkan bahwa penurunan persediaan minyak mingguan Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari perkiraan pasar.

    Mengutip Antara, Kamis, 18 April 2019, minyak mentah Brent menguat ke level tertinggi tahun ini di awal sesi, didukung oleh penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh kelompok perdagangan American Petroleum Institute (API) pada Selasa malam.

    Namun, data resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah 1,4 juta barel, sekitar setengah dari penurunan yang dilaporkan oleh API. Direktur Berjangka Energi Mizuho Bob Yawger mengatakan reli semalam didasarkan pada prediksi penurunan tiga juta barel per hari dalam minyak mentah tidak terwujud,

    "Anda akan membutuhkan katalis lain," kata Bob Yawger.

    Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun sebanyak USD0,1 menjadi USD71,62 per barel di London ICE Futures Exchange. Selama sesi, kontrak sempat menyentuh USD72,27 per barel, tertinggi tahun ini.

    Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD0,29 menjadi USD63,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak menyentuh tertinggi sesi di USD64,61 per barel, sedikit di bawah tertinggi 2019 sebesar USD64,79 pada minggu lalu.

    Minyak mentah masih terus didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di Tiongkok. Ekonomi Tiongkok tumbuh sebesar 6,4 persen pada kuartal pertama, data resmi menunjukkan, menentang ekspektasi untuk pelambatan lebih lanjut dan mengurangi ketegangan pasar global karena kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok juga tampak dekat.

    Pemrosesan kilang-kilang di Tiongkok -pengguna minyak mentah terbesar kedua di dunia- naik 3,2 persen pada Maret dari setahun sebelumnya. Adapun sisi permintaan mendapat perangsang substansial melalui data Tiongkok hari ini.

    "Kondisi itu menunjukkan harga akan terus bergerak lebih tinggi karena peningkatan pertumbuhan global dan sentimen risiko," kata Kepala Perdagangan SPI Asset Management Stephen Innes.

    Harga tahun ini telah didukung oleh pakta yang dicapai oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, untuk membatasi produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel per hari. Pasokan global semakin diperketat oleh sanksi-sanksi AS terhadap anggota OPEC, Venezuela dan Iran.

    Ekspor minyak mentah Iran telah turun pada April ke level harian terendah tahun ini, data tanker menunjukkan dan sumber industri mengatakan, menunjukkan penurunan minat pembeli menjelang tekanan lebih lanjut dari Washington.

    "Pembeli menjauh karena ketidakpastian kebijakan AS mengenai pengabaian untuk mengimpor minyak mentah Iran," kata Ahli Strategi BNP Paribas Harry Tchilinguirian kepada Reuters Global Oil Forum.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id