Aktivitas Manufaktur Tiongkok Melambat di Januari 2020

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2020 12:47 WIB
    Aktivitas Manufaktur Tiongkok Melambat di Januari 2020
    Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
    Beijing: Aktivitas manufaktur Tiongkok pada Januari 2020 tercatat tumbuh pada laju paling lambat sejak Agustus 2019. Adapun kondisi ini terjadi terutama disebabkan oleh merebaknya wabah virus korona dari Tiongkok yang memicu aktivitas bisnis melambat dan kini sudah menewaskan 300 lebih orang.

    "Markit/Caixin mencatat PMI manufaktur berada di angka 51,1 untuk Januari (2020).  Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PMI manufaktur Markit/Caixin berada di posisi 51,3," kata IHS Markit dan Caixin, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 3 Februari 2020.

    PMI manufaktur Markit/Caixin -ukuran aktivitas pabrik- berada di posisi 51,5 pada Desember 2019. Pembacaan PMI di atas 50 mengindikasikan adanya ekspansi. Sedangkan PMI yang berada di bawah level tersebut mengartikan adanya kontraksi.

    "Permintaan yang lambat terseret pada aktivitas manufaktur, dengan total pesanan baru melemah ke level yang belum pernah terlihat sejak September 2019," kata Direktur Analisis Ekonomi Makro CEBM Group Zhengsheng Zhong.

    Sedangkan Biro Statistik Nasional Tiongkok mengatakan PMI manufaktur resmi Tiongkok berada di angka 50,0 untuk Januari -sebuah indikasi aktivitas yang terhenti. Biro menambahkann dampak wabah virus korona yang sedang berlangsung tidak sepenuhnya tercermin dalam survei, yang dilakukan sebelum 20 Januari.

    Markit dan Caixin tidak mengatakan kapan survei mereka dilakukan, tetapi Zhong CEBM mengatakan, ekonomi Tiongkok akan terkena dampak dari virus corona dalam waktu dekat. Sebelum pecahnya, ekonomi Tiongkok telah dipengaruhi oleh perang dagang negara yang telah berlangsung lama dengan AS.

    Sementara itu, korban tewas wabah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) melonjak menjadi 360 orang per hari ini, Senin 3 Februari 2020. Angka ini melampaui kematian akibat penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) di pulau utama Tiongkok pada periode 2002-2003.
     
    Data terbaru disampaikan usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kematian perdana virus korona di luar Tiongkok, yakni di Filipina. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 56 kematian baru di provinsi Hubei pada hari ini. Hubei merupakan provinsi tempat berdirinya Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id