Emas Dunia Masih Pancarkan Kemilaunya

    Antara - 04 Oktober 2019 07:43 WIB
    Emas Dunia Masih Pancarkan Kemilaunya
    Ilustrasi. AFP/DEUTCHE BUNDESBANK
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pancaran kemilau emas dunia yang masih terjadi karena logam mulia didorong oleh greenback yang lebih lemah.

    Mengutip Antara, Jumat, 4 Oktober 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD5,9 atau 0,39 persen menjadi USD1.513,8 per ons. Sedangkan dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap mata uang utama saingannya, tertekan oleh serangkaian data ekonomi yang lemah.

    Indeks non-manufaktur (NMI), yang mengukur kinerja sektor jasa, tercatat berada di level 52,6 persen pada September atau turun sebanyak 3,8 poin dari pembacaan Agustus, menurut Non-Manufacturing ISM Report on Business, terbaru. Angka pada Juli adalah 53,7 persen.

    Indeks tersebut merupakan angka terendah sejak Agustus 2016, ketika NMI tercatat 51,8 persen, laporan itu menunjukkan. "Para responden sebagian besar khawatir tentang tarif, sumber daya tenaga kerja dan arah ekonomi," kata Ketua Komite Survei Bisnis Non-Manufaktur ISM Anthony Nieves.

    Indeks USD, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 98,8. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 0,7 persen atau 0,04 persen menjadi USD17,676 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari tetap tidak berubah pada posisi USD894,4 per ons.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena data ekonomi yang lemah meningkatkan ekspektasi investor tentang penurunan suku bunga lebih lanjut. Adapun the Fed masih berada di bawah tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang terus meminta penurunan suku bunga lebih dalam.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 122,42 poin atau 0,47 persen menjadi 26.201,04. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 23,02 poin atau 0,80 persen menjadi 2.910,63. Sementara indeks Nasdaq Composite naik 87,02 poin, atau 1,12 persen, menjadi 7.872,27.

    Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga acuan pada Oktober melonjak menjadi 90,3 persen dari 77 persen pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Para analis mengatakan meningkatnya ekspektasi untuk penurunan suku bunga acuan terjadi setelah data ekonomi AS yang lemah.

    Indeks non-manufaktur (NMI), yang mengukur kinerja sektor jasa, tercatat berada di level 52,6 persen pada September atau turun sebanyak 3,8 poin dari pembacaan Agustus, menurut Non-Manufacturing ISM Report on Business, terbaru. Angka pada Juli adalah 53,7 persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id