Ekonom: Kebijakan Perdagangan AS Ganggu Ekonomi Global

    Angga Bratadharma - 11 Januari 2020 18:03 WIB
    Ekonom: Kebijakan Perdagangan AS Ganggu Ekonomi Global
    Ilustrasi. FOTO: RBS
    Las Vegas: Global Deloitte Touche Tohmatsu Limited berpandangan perubahan kebijakan perdagangan, khususnya di Amerika Serikat (AS) telah berdampak buruk pada ekonomi global. Dalam hal ini, AS diharapkan tidak lagi menerapkan kebijakan perdagangan yang menganggu aktivitas perekonomian dunia di masa mendatang.

    "Kami telah melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar secara global. Dan itu ada hubungannya dengan (kebijakan perdagangan yang diambil) AS selama tiga tahun terakhir," kata Kepala Ekonom Global Deloitte Touche Tohmatsu Limited Ira Kalish, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Kalish mengatakan Amerika Serikat sudah menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik, memberlakukan tarif pada Tiongkok dan negara-negara lain, serta merusak Organisasi Perdagangan Dunia dengan menolak untuk mengizinkan pengangkatan anggota baru ke badan bandingnya, yang tidak lagi dapat mengadili sengketa perdagangan antarnegara.

    Menurutnya menerapkan tarif pada barang asing berarti konsumen dan bisnis AS secara efektif membayar pajak yang lebih tinggi yang berdampak negatif pada pendapatan dan kemampuan pembelian mereka. Sejauh ini tarif belum memiliki dampak sebanyak itu karena membutuhkan waktu.

    Namun, ia mencatat, tarif terbesar yang diterapkan AS terhadap Tiongkok baru dimulai pada Mei. "Jadi dampak yang besar kemungkinan akan muncul tidak terlalu terlambat tahun ini," tukasnya.

    Dia menambahkan perang dagang telah menimbulkan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Bisnis tidak tahu apakah tarif akan naik atau melambat, balas dendam seperti apa yang akan terjadi jika AS mengenakan tarif serupa kepada Tiongkok ke negara-negara lain seperti Meksiko dan Vietnam, yang telah mengancam akan dilakukan.

    "Ketidakpastian itu ternyata memiliki efek dingin pada investasi bisnis. Dan faktanya, di Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, dan Jepang, kami telah melihat kemungkinan pelambatan dalam pertumbuhan investasi bisnis serta dalam pertumbuhan perdagangan. Dan itu lah alasan utama mengapa kita melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

    Dirinya mengatakan prtumbuhan ekonomi AS telah melambat, terutama karena perlambatan tajam dalam investasi bisnis dan ekspor. Di sisi lain, belanja konsumen terus tumbuh, pasar perumahan telah pulih, dan itu adalah faktor yang memungkinkan ekonomi AS untuk terus tumbuh dengan kecepatan sedang.

    Namun, tambahnya, produksi industri AS dan pertumbuhan investasi bisnis riil telah melambat sangat tajam, dan ekspor secara keseluruhan juga menunjukkan perlambatan. Semua ini adalah konsekuensi dari ketidakpastian tentang perang perdagangan.

    "Masih ada beberapa risiko resesi di tahun-tahun mendatang bagi Amerika Serikat yang sebagian besar sebagai akibat dari ketidakpastian yang diakibatkan oleh konflik perdagangan ini," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id