Bursa Saham Inggris Merosot 30,8 Poin

    Antara - 12 November 2019 09:47 WIB
    Bursa Saham Inggris Merosot 30,8 Poin
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Bursa saham Inggris berakhir melemah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,42 persen atau 30,84 poin, menjadi 7.328,54 poin.

    Mengutip Antara, Selasa, 12 November 2019, Ocado Group, toko bahan makanan daring menjadi pemain terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya anjlok 7,36 persen. Diikuti oleh saham perusahaan pembuatan dan pertambangan baja multinasional Evraz, yang jatuh 5,34 persen, serta perusahaan teknik Rolls-Royce Holdings turun 4,79 persen.

    Sementara itu, perusahaan jasa keuangan dan perbankan Royal Bank Of Scotland Group naik 4,04 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Disusul saham bank ritel dan komersial Inggris Lloyds Banking Group serta perusahaan pengembang perumahan Inggris Persimmon, yang masing-masing meningkat sebesar 4,02 persen dan 3,90 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu karena investor mencerna berita bahwa Boeing berharap untuk melanjutkan pengiriman 737 max jet segera, di tengah langkah investor yang dengan cermat melihat perkembangan baru Tiongkok-AS terkait pembicaraan perdagangan.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 10,25 poin atau 0,04 persen menjadi 27.691,49. Sedangkan S&P 500 turun 6,07 poin atau 0,20 persen menjadi 3.087,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 11,03 poin atau 0,13 persen menjadi 8.464,28.

    Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow diperdagangkan lebih rendah dengan saham 3M dan Goldman Sachs masing-masing turun 1,76 persen dan 1,74 persen, dua penghambat teratas. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah dengan sektor Utilitas turun 0,68 persen, memimpin para pecundang.

    Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
     
    Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
     
    Satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.

    Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan dagang fase satu di akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing mengalami kemajuan dalam negosiasi dagang di akhir pekan lalu. Namun, Reuters melaporkan, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id