Tiongkok Diyakini Ingin Capai Kesepakatan Dagang dengan AS

    Angga Bratadharma - 20 Juli 2019 17:02 WIB
    Tiongkok Diyakini Ingin Capai Kesepakatan Dagang dengan AS
    Ilustrasi (Jason Lee/AFP/Getty Images)
    New York: Mantan perunding perdagangan Gedung Putih Clete Willems mengatakan Tiongkok baru saja mengisyaratkan untuk memperkuat negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Dan kondisi itu bisa menjadi hal yang baik guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

    Beijing menambahkan anggota baru ke tim negosiasinya minggu lalu yakni Menteri Perdagangan Zhong Shan, yang dilihat oleh banyak pejabat di Washington sebagai garis keras. Ini bisa menjadi tanda bahwa pemimpin Tiongkok Xi Jinping berdiri kokoh di negosiasi perdagangan dengan AS.

    Menteri Tiongkok itu hadir pada KTT G20 bulan lalu. Dia juga berpartisipasi dalam percakapan telepon dengan perwakilan perdagangan AS minggu lalu. Dengan menambahkan Zhong ke tim negosiasi, Willems mengatakan, itu menunjukkan Xi berusaha untuk memenangkan melalui perwakilannya yang ada di garis keras.

    "Tiongkok sekarang telah meningkatkan melalui Menteri Perdagangan Zhong Shan dan menjadikannya bagian dari tim negosiasi inti bersama (Wakil Perdana Menteri) Liu He. Banyak orang gelisah karena dia dianggap sebagai garis keras," kata Willems, seperti dikutip CNBC, Sabtu, 20 Juli 2019.

    Meski demikian, ia tidak terlalu khawatir. "Saya benar-benar berpikir itu hal yang baik karena apa yang ditunjukkannya bahwa Presiden Xi sedang mencoba untuk menerima baik dari garis keras di Tiongkok dan para reformis, yang akan menjadi bahan yang diperlukan untuk kesepakatan," kata Willems.

    "Presiden Xi hanya akan bisa mendapatkan kesepakatan jika garis keras diikutsertakan," tambahnya.

    Willems telah menjabat sebagai negosiator perdagangan utama untuk AS di KTT seperti G7 dan G20, serta juga berpartisipasi dalam pembicaraan perdagangan di Washington dan Beijing. Dia adalah tangan kanan Direktur NEC Larry Kudlow dalam perdagangan dengan Tiongkok.

    Menurut Willems, tim Tiongkok memang berusaha untuk menunjukkan fleksibilitas selama pembicaraan, tetapi keadaan berbalik setelah mereka kembali ke Beijing. Yang akhirnya terjadi adalah ketika Liu He membawa kembali perjanjian itu kepada Presiden Xi dan ke seluruh kelas politik di Tiongkok, ada sedikit pemberontakan dari garis keras," ucapnya.

    "Yang tidak menganggap kesepakatan itu baik dari sudut pandang Tiongkok. Jadi harus ada fleksibilitas, tetapi saya pikir Tiongkok telah menunjukkan mereka bersedia untuk meletakkan hal-hal ini di atas meja," tambah Willems, yang sekarang menjadi mitra di firma hukum internasional Akin Gump.

    Presiden AS Donald Trump mengaku terdapat jalan panjang untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Karenanya dia mengancam akan menampar tarif barang lain senilai USD325 miliar. Tetapi Willems meyakini kesepakatan pada akhirnya akan tercapai.

    "Kecenderungan saya adalah kita akan mendapatkan kesepakatan. Saya pikir banyak pekerjaan yang sangat baik telah dilakukan dan itu kepentingan kedua belah pihak memanen pekerjaan itu. Saya pikir ekonomi Tiongkok -apakah mereka mau mengakuinya- berada dalam situasi yang sulit, dan mereka berkepentingan untuk membuat kesepakatan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id