Kemilau Emas Dunia Kembali Meredup

    Antara - 08 Oktober 2019 07:47 WIB
    Kemilau Emas Dunia Kembali Meredup
    Ilustrasi. FOTO: Attila Kisbenedek/AFP
    Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange kembali turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah pada akhir pekan lalu menghentikan kenaikan beruntun selama tiga hari. Pelemahan terjadi karena logam mulia tertekan oleh greenback atau dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat.

    Mengutip Antara, Selasa, 8 Oktober 2019, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD8,5 atau 0,56 persen menjadi USD1.504,4 per ons. USD menguat di tengah melemahnya pound Inggris, karena investor semakin khawatir tentang prospek Brexit, yang dapat berakhir tanpa kesepakatan dan volatilitas yang terjadi kemudian.

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersikeras Inggris akan meninggalkan blok Uni Eropa, dengan atau tanpa kesepakatan pada 31 Oktober. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,09 persen menjadi 98,99  sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

    Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun sebanyak 8,5 sen atau 0,48 persen menjadi USD17,54 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD1,4 atau 0,16 persen menjadi sebesar USD888,3 per ons.

    Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), menjelang putaran baru perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia yakni AS dan Tiongkok. Ada harapan agar perundingan tersebut bisa mencapai kata sepakat demi kepentingan bersama.

    Indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebanyak 95,70 poin atau 0,36 persen menjadi 26.478,02. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 13,22 poin atau 0,45 persen menjadi 2.938,79. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 26,18 poin atau 0,33 persen menjadi 7.956,29.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan energi turun 0,92 persen, menjadi kelompok berkinerja terburuk. Sedangkan layanan komunikasi naik 0,04 persen, satu-satunya pemenang. Investor sedang menunggu pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang akan dimulai akhir pekan ini.

    "Efek dari pajak perdagangan yang ada terlihat dalam pengeluaran investasi. Perusahaan cenderung untuk berinvestasi ketika rantai pasokan yang telah dibangun selama 30 tahun terancam," kata Analis di bank investasi Swiss UBS dalam sebuah catatan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id