Defisit Perdagangan AS Menyusut di September 2019

    Medcom - 09 November 2019 16:01 WIB
    Defisit Perdagangan AS Menyusut di September 2019
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melaporkan defisit perdagangan AS dengan mitra globalnya menyusut menjadi USD52,5 miliar pada September. Kondisi itu terjadi karena Gedung Putih melanjutkan upayanya untuk menutup kesenjangan barang dan jasa.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 9 November 2019, defisit sedikit di atas ekspektasi USD52,2 miliar, menurut ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Ketika pemerintah melanjutkan upayanya untuk mencapai fase pertama dari kesepakatan dagang dengan Tiongkok, neraca perdagangan tetap 13,1 persen lebih tinggi dari tingkat USD46,4 miliar ketika Trump menjabat.

    Konsumen terus meminta barang-barang asing di tengah ekspansi ekonomi yang dahsyat. Pada basis tahun ke tahun, defisit perdagangan saat ini adalah 5,4 persen lebih tinggi dari periode yang sama pada 2018. Dengan kedua belah pihak berupaya mencapai kesepakatan, defisit dengan Tiongkok turun 3,1 persen menjadi USD28 miliar pada bulan tersebut.

    Secara keseluruhan, ekspor turun USD1,8 miliar menjadi USD206 miliar, sementara impor turun sebanyak USD4,4 miliar menjadi USD258,4 miliar. AS mencatat surplus minyak bumi pertama sebesar USD252 juta sejak 1978 karena negara terus mendorong produksi energinya.

    Ekspor makanan, pakan, dan minuman turun USD1,5 miliar karena penurunan kedelai USD1 miliar. Ekspor otomotif turun USD1 miliar dan barang modal naik USD800 juta berkat kenaikan USD1,3 miliar secara kolektif dalam produk-produk terkait pesawat.

    Di sisi impor, barang-barang konsumen turun USD2,5 miliar karena ponsel dan barang-barang rumah tangga lainnya turun USD800 juta dan mainan serta barang-barang olahraga turun USD600 juta. Impor barang modal turun USD1,1 miliar karena pengurangan USD600 juta dalam semikonduktor. Impor otomotif turun USD1,1 miliar.

    Berdasarkan negara dan wilayah, surplus terbesar adalah dengan Amerika Selatan dan Tengah sebesar USD5 miliar, sementara defisit terbesar setelah Tiongkok adalah dengan Uni Eropa sebesar USD15,7 miliar. AS juga terus mengalami defisit dengan Meksiko (USD9,1 miliar), Jepang (USD5,9 miliar), dan Jerman (USD5 miliar).

    Di sisi lain, Tiongkok mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghapus lebih banyak tarif, menyusul kesepakatan dagang fase satu yang akan ditetapkan dua negara besar. Kesepakatan yang disebut-sebut bakal ditandatangani pada 15 Desember itu setidaknya akan memangkas USD156 miliar barang yang diimpor dari Tiongkok.
     
    Pejabat AS mengatakan kelanjutan 15 Desember sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari negosiasi. Sementara negosiator dari Tiongkok ingin Washington menurunkan tarif 15 persen pada barang-barang Tiongkok senilai USD125 miliar yang mulai berlaku pada 1 September.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id