Wall Street Bervariasi, Saham Boeing Naik 4,55%

    Angga Bratadharma - 12 November 2019 07:17 WIB
    Wall Street Bervariasi, Saham Boeing Naik 4,55%
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu karena investor mencerna berita bahwa Boeing berharap untuk melanjutkan pengiriman 737 max jet segera, di tengah langkah investor yang dengan cermat melihat perkembangan baru Tiongkok-AS terkait pembicaraan perdagangan.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 12 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 10,25 poin atau 0,04 persen menjadi 27.691,49. Sedangkan S&P 500 turun 6,07 poin atau 0,20 persen menjadi 3.087,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 11,03 poin atau 0,13 persen menjadi 8.464,28.

    Boeing menyatakan pihaknya berharap untuk melanjutkan pengiriman 737 Max jet-nya bulan depan setelah sertifikasi, ketika Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan Directive Kelaikan Udara yang membatalkan perintah landasan. Sahamnya naik 4,55 persen menjadi ditutup pada USD366,96.

    Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow diperdagangkan lebih rendah dengan saham 3M dan Goldman Sachs masing-masing turun 1,76 persen dan 1,74 persen, dua penghambat teratas. Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah dengan sektor Utilitas turun 0,68 persen, memimpin para pecundang.

    Di sisi lain, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
     
    Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
     
    Satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.

    Pelaku pasar mengharapkan kedua raksasa ekonomi itu menandatangani kesepakatan dagang fase satu di akhir bulan ini, setelah Washington dan Beijing mengalami kemajuan dalam negosiasi dagang di akhir pekan lalu. Namun, Reuters melaporkan, pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat ditunda hingga Desember.
     
    Kondisi itu artinya menunda kesempatan bagi kedua pemimpin menandatangani kesepakatan perdagangan sementara. Adapun AS-Tiongkok telah memberlakukan tarif barang-barang satu sama lain bernilai miliaran dolar sejak awal 2018. Sengketa tersebut menghancurkan pasar keuangan dan membuat sentimen bisnis serta konsumen memburuk.
     
    Terlepas dari itu, para analis skeptis bahwa kesepakatan perdagangan fase satu akan secara efektif mengatasi semua masalah yang ada. Para analis menyarankan kedua raksasa ekonomi membutuhkan perjanjian yang lebih komprehensif sebelum sentimen pasar dapat didorong secara berkelanjutan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id