Gerak Harga Minyak Dunia Bervariasi

    Angga Bratadharma - 22 Mei 2019 08:03 WIB
    Gerak Harga Minyak Dunia Bervariasi
    Ilustrasi (AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND)
    New York: Harga minyak dunia ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus memantau ketegangan Timur Tengah dan prospek perdagangan global. Di sisi lain, negara anggota OPEC terus berupaya menjaga stabilitas dengan harapan harga minyak tidak kembali jatuh.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 22 Mei 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun USD0,11 menjadi USD62,99 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik USD0,21 menjadi USD72,18 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negara itu tidak akan tunduk pada tekanan yang diberikan oleh Amerika Serikat. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah menjadi tantangan bagi stabilitas pasar minyak mentah global.

    Arab Saudi dan pengekspor minyak utama lainnya telah mengisyaratkan bahwa mereka lebih suka memperpanjang perjanjian pengurangan produksi saat ini sampai akhir tahun. Sementara itu, investor khawatir bahwa ketegangan berkepanjangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya akan menyebabkan perlambatan ekonomi global dan meredam sentimen pasar.

    Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,43 poin atau 0,77 persen menjadi 25.877,33. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 24,13 poin atau 0,85 persen menjadi 2.864,36. Indeks Nasdaq Composite naik 83,35 poin atau 1,08 persen menjadi 7.785,72.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih tinggi, dengan layanan teknologi dan komunikasi masing-masing naik sebanyak 1,20 persen dan 0,96 persen, di antara kelompok-kelompok dengan kinerja terbaik. Namun, kebutuhan pokok konsumen turun sebanyak 0,31 persen.

    Saham terkait teknologi dipicu oleh berita bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan lisensi sementara 90 hari melonggarkan pembatasan pada kesepakatan bisnis dengan raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei. Kondisi ini akhirnya memberikan tekanan terhadap gerak saham teknologi di pasar saham AS.

    Di sisi ekonomi, National Association of Realtors mengatakan, penjualan rumah yang ada di AS menurun untuk bulan kedua berturut-turut pada April, atau pada kecepatan yang jauh lebih lambat. AS berharap kondisi ini bisa mengalami perbaikan di masa-masa yang akan datang.

    Total penjualan rumah yang ada, transaksi yang diselesaikan dan mencakup rumah keluarga tunggal, townhome, kondominium, dan koperasi, turun sebanyak 0,4 persen dari Maret ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,19 juta pada April.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id