MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Tiongkok Raih Proyek Senilai USD55,3 Miliar

    21 April 2019 19:48 WIB
    Tiongkok Raih Proyek Senilai USD55,3 Miliar
    Illustasi. MI/Panca.
    Beijing: Perencana ekonomi papan atas Tiongkok menyetujui 50 proyek investasi aset tetap senilai 370,3 miliar yuan (sekitar USD55,3 miliar) pada kuartal pertama 2019. 

    Dikutip dari Xinhua, Minggu, 21 April 2019, proyek-proyek ini terutama dalam industri energi, transportasi dan teknologi tinggi, menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC).
    Di antara mereka, bagian dari jalur Yongqing-Shanghai dari proyek pipa gas alam rute Tiongkok-Rusia timur yang akan memainkan peran penting dalam mengoptimalkan struktur energi, meningkatkan pasokan gas di sepanjang rute dan membantu ekonomi dan lingkungan setempat. Hal ini dikatakan juru bicara NDRC, Yuan Da.

    Investasi aset tetap negara naik 6,3 persen tahun ke tahun di kuartal I-2019 atau 0,2 poin lebih cepat dari dua bulan pertama menurut Biro Statistik Nasional. Investasi aset tetap termasuk modal yang dihabiskan untuk infrastruktur, properti, mesin dan aset fisik lainnya.

    Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang mengatakan ekonomi Tiongkok telah beroperasi secara baik sejak awal tahun dengan munculnya perubahan positif dan ekspektasi pasar yang meningkat secara signifikan. Diharapkan kondisi ini terus membaik di masa-masa yang akan datang sejalan dengan mitigasi risiko yang lebih maksimal.
     
    Sementara itu, lanjutnya, investasi aset tetap pulih dengan baik, indeks kepercayaan konsumen dan indeks pesanan baru untuk sektor manufaktur naik tajam, dan transaksi di pasar saham tetap aktif. Pada Maret, pembangkit listrik dan konsumsi mencatat pertumbuhan dua digit dan perdagangan luar negeri dan transportasi kargo melaporkan pertumbuhan yang lebih cepat. 

    Tiongkok, masih kata Li, memiliki instrumen yang cukup di tangan, tetapi tidak akan menggunakan stimulus ekonomi besar-besaran untuk mempertahankan pertumbuhan jangka pendek dengan mengorbankan pembangunan jangka panjang. Langkah itu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi terjadi secara berkelanjutan.
     
    "Tiongkok akan terus membuka dan memberi energi kepada para pemain pasar dan memperkuat dorongan endogen untuk menahan tekanan ke bawah dan mempertahankan fundamental ekonomi yang sehat dalam jangka panjang," kata Li.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id