2019, Ekonom Perkirakan PDB Tiongkok di Bawah 6%

12 Januari 2019 14:03 wib
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Beijing: Kepala Ekonom DBS Group Research Taimur Baig mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok saat ini kemungkinan berada di bawah level enam persen di tengah permintaan domestik yang goyah. Tidak ditampik, sejumlah persoalan terus memperlambat pertumbuhan ekonomi termasuk adanya efek buruk dari perang dagang.

Sinyal terbaru tentang ekonomi terbesar kedua di dunia ini mengarah pada pertumbuhan yang lebih lemah, termasuk raksasa teknologi Apple baru-baru ini menurunkan proyeksi pendapatan untuk kuartal pertama karena menyalahkan berbagai faktor termasuk permintaan dari Tiongkok.

Bahkan, produsen mobil yang terdaftar di Hong Kong Geely mengatakan, mereka kehilangan target penjualan pada 2018 dan memperkirakan penjualan tetap sama pada 2019. "Sangat menarik bahwa bagian permintaan domestik adalah bagian yang lemah di mana permintaan eksternal tidak seburuk itu," kata Baig, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 12 Januari 2019.

Baig menambahkan permintaan domestik yang sangat lemah kemungkinan menandakan perubahan struktural dalam ekonomi Tiongkok. "Untuk bagiannya, DBS memperkirakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok akan enam persen di saat ini," kata Baig.

Tahun lalu, Tiongkok melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,5 persen pada kuartal ketiga yang menandai langkah terlemahnya sejak krisis keuangan global. Namun, target pertumbuhan resmi Tiongkok untuk 2018 adalah sekitar 6,5 persen.

Sementara data resmi menunjukkan ekonomi Tiongkok bertahan selama sebagian besar tahun lalu, sekarang tampaknya melambat karena metrik produksi dan pesanan ekspor jatuh di tengah sengketa perdagangan negara itu dengan AS, mitra dagang terbesarnya.

Di luar pertarungan tarif, ekonomi Tiongkok menghadapi tantangan domestiknya sendiri. Bahkan sebelum Presiden AS Donald Trump memulai peningkatan terbaru dalam ketegangan perdagangan, Beijing sudah berusaha mengelola perlambatan dalam ekonominya setelah puluhan tahun mengalami pertumbuhan yang sangat buruk.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.