Lagarde: Negara Tidak Harus Bergantung dengan Bank Sentral

    Angga Bratadharma - 28 Januari 2019 19:03 WIB
    Lagarde: Negara Tidak Harus Bergantung dengan Bank Sentral
    Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Xinhua/Xu Jinquan)
    Davos: Para profesional keuangan terkemuka mendesak pemerintah untuk menyelesaikan reformasi sementara ekonomi global yang masih menunjukkan pertumbuhan kuat dan bersikeras bahwa bank sentral tidak boleh diandalkan jika terjadi krisis baru. Pemerintah harus mampu menyelesaikan semua persoalan secara tuntas.

    "Akan sangat baik jika ekonomi pada umumnya tidak harus bergantung pada bank sentral lagi untuk menahan goncangan berikutnya," kata Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde, di Forum Ekonomi Dunia, di Davos, Swiss, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 28 Januari 2019.

    Menurutnya hal itu yang membuat para pembuat kebijakan di pemerintahan harus benar-benar mengambil tindakan yang tepat dan cepat ketika datang ke kebijakan fiskal, terutama saat menyelesaikan sebuah krisis yang bisa datang kapan saja dan di mana saja.

    "Ketika datang untuk benar-benar menyelesaikan reformasi yang telah dilakukan sayangnya beberapa dari mereka hanya menyentuh dengan lembut dan perlu pergi jauh lebih dalam," kata Lagarde.

    Sejumlah bank sentral di seluruh dunia meluncurkan paket-paket stimulus besar-besaran setelah kehancuran keuangan di 2008 dan krisis utang berikutnya di zona euro. Federal Reserve, bank sentral Inggris, dan bank sentral Eropa (ECB) hanya beberapa institusi yang menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Langkah-langkah itu seperti menurunkan suku bunga hingga di level terendah dan membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar. ECB, misalnya, baru saja memutar kembali program pembelian obligasi dan berupaya untuk akhirnya menaikkan suku bunga acuan.

    Program stimulus dirancang untuk mempromosikan pinjaman korporasi, mendorong inflasi, dan membuat ekonomi tumbuh kembali. Namun, banyak yang percaya bahwa hal itu juga dapat menyebabkan rasa puas diri dan perasaan bahwa bank sentral akan selalu ada di masa-masa sulit, yang berarti reformasi kritis tidak pernah dilakukan.

    "Saya berharap bahwa kita tidak bergantung pada bank sentral untuk menyelesaikan masalah. Saya pikir beberapa dari mereka memiliki amunisi yang sangat terbatas dan beberapa yang lain memiliki sedikit lebih banyak fleksibilitas," kata CEO UBS Sergio Ermotti, dalam kesempatan yang sama.

     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id