Tiongkok Siap Ambil Tindakan Balasan untuk AS - Medcom

    Tiongkok Siap Ambil Tindakan Balasan untuk AS

    Husen Miftahudin - 24 Agustus 2019 20:03 WIB
    Tiongkok Siap Ambil Tindakan Balasan untuk AS
    Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
    Beijing: Tiongkok masih belum memberikan rincian secara mendalam tentang bagaimana akan menanggapi tarif baru Amerika Serikat (AS) atas barang-barang dari Beijing. Meski demikian, Pemerintahan Xi Jinping siap memberlakukan tindakan balasan yang sesuai dari perang dagang yang masih berlangsung sampai sekarang ini.

    "Jika AS dengan keras berpegang teguh pada caranya sendiri, Tiongkok tidak punya pilihan selain mengambil tindakan balasan yang sesuai. AS harus mengubah tindakannya yang salah," kata Juru Bicara Menteri Perdagangan Gao Feng, dalam bahasa Mandarin, dan diterjemahkan oleh CNBC, seperti dilansir dari CNBC, Sabtu, 24 Agustus 2019.
     
    Namun sayangnya, Feng tidak menguraikan tentang langkah-langkah apa yang mungkin diperlukan. Tetapi, ia menekankan perlunya keadilan dalam negosiasi perdagangan. Sejauh ini AS dan Tiongkok telah terlibat dalam sengketa perdagangan selama lebih dari setahun. Kini, tanda-tanda perang dagang berhenti masih belum terlihat.

    Presiden AS Donald Trump kembali mengancam di awal bulan ini untuk menaikkan tarif atas sisa barang Tiongkok senilai USD300 miliar yang belum dikenakan bea masuk. Namun, pemerintahannya menunda tanggal efektif untuk beberapa tarif baru dari 1 September hingga 15 Desember, dengan alasan mengurangi dampak pada musim belanja liburan.

    Sedangkan Kementerian Keuangan Tiongkok mengungkapkan pada pekan lalu di situs webnya, mengutip seseorang dari Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara, bahwa Tiongkok harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Langkah itu dengan harapan pengenaan tarif baru tidak memberikan efek negatif yang meluas terhadap perekonomian.

    Gao Feng menolak untuk memberikan secara spesifik daftar entitas yang digunakan sebagai tindakan balasan atas tindakan AS dalam perdagangan. Tiongkok telah mengancam bahwa perusahaan, organisasi, dan individu asing dapat ditambahkan ke dalam daftar, yang diumumkan pada akhir Mei. Beberapa detail telah muncul sejak itu.

    Daftar dari Beijing muncul setelah administrasi Trump mengatakan akan menambahkan raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei, ke daftar hitam yang pada dasarnya mencegahnya melakukan bisnis dengan pemasok AS. Perang perdagangan telah bergeser dari fokus pada defisit perdagangan besar Amerika Serikat dengan Tiongkok ke persaingan teknologi.

    Bahkan, perang dagang itu telah menyentuh berbagai masalah seperti tanah dan produk pertanian. Sedangkan Tiongkok sebelumnya telah mengancam akan menggunakan masalah itu sebagai alat dalam perang perdagangan dengan AS. Titik pengungkit lain adalah posisi Tiongkok sebagai salah satu pembeli terbesar produk pertanian AS.

    Di sisi lain, AS telah menjadi pasar utama untuk barang-barang Tiongkok. Namun perdagangan antara kedua negara telah moderat di tengah meningkatnya ketegangan. Ekspor Tiongkok ke AS telah turun selama delapan bulan berturut-turut, menurut data Bea Cukai Tiongkok dari Wind Information.

    Pemimpin perdagangan global di The Economist Intelligence Unit, Nick Marro, mengatakan ketika Tiongkok kemungkinan menghadapi tugas baru, sebagian besar barang impor AS sudah dikenakan tarif. Bukan tidak mungkin, kondisi ini justru memberikan efek negatif terhadap perekonomian AS.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id