Sentimen Bisnis Perusahaan Besar di Jepang Melempem

    Medcom - 14 Desember 2019 19:04 WIB
    Sentimen Bisnis Perusahaan Besar di Jepang Melempem
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Tokyo: Sentimen bisnis di antara perusahaan-perusahaan besar Jepang turun ke level terendah dalam tiga tahun pada periode Oktober-Desember 2019. Sebagian besar terjadi karena kenaikan pajak konsumsi yang mulai berlaku pada awal Oktober.

    Menurut survei bersama oleh Kementerian Keuangan dan Kantor Kabinet Jepang, indeks kepercayaan yang mencerminkan sentimen di perusahaan-perusahaan Jepang bermodal 1 miliar yen (USD9 juta) atau lebih, berdiri di minus 6,2 untuk periode pelaporan atau turun 1,1 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, indeks kepercayaan mencerminkan persentase perusahaan yang disurvei yang melaporkan bahwa kondisinya semakin buruk dikurangi dari perusahaan yang melaporkan kondisi yang membaik.

    Pembacaan indeks kepercayaan terbaru menandai level terendah sejak apresiasi yen yang berlarut-larut terhadap dolar AS pada kuartal April-Juni 2016, yang berdampak buruk terhadap perusahaan dan produsen yang terkait dengan ekspor, dengan sebelumnya sangat bergantung pada pelemehan yen untuk meningkatkan laba yang dihasilkan di luar negeri.

    "Periode April-Juni 2016 juga memperlihatkan adanya gempa yang kuat di Prefektur Kumamoto di Jepang barat daya, yang juga membebani sentimen (bisnis)," kata pemerintah.

    Di sisi lain, Pemerintah Jepang mencatat ekonomi tumbuh 0,2 persen secara tahunan di kuartal III-2019. Pertumbuhan tersebut menandai adanya ekspansi secara berturut-turut yang harapannya bisa terus tumbuh lebih maksimal di masa-masa yang akan datang, terutama menekan sejumlah risiko yang berpotensi muncul kapan saja dan di mana saja.
     
    "Dalam hal Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan dengan inflasi, pertumbuhan mencerminkan peningkatan 0,1 persen dari kuartal sebelumnya," ungkap Kantor Kabinet Jepang.
     
    Pembacaan yang diungkapkan Pemerintah Jepang lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan para ekonom dan melambat dari revisi sebesar 1,8 persen pada kuartal sebelumnya. Komponen terbesar dari ekonomi Jepang, konsumsi swasta, yang menyumbang sekitar 60 persen dari ekonomi Jepang, meningkat 0,4 persen dari kuartal sebelumnya.

    Kenaikan pajak konsumsi Jepang menjadi 10 persen dari delapan persen pada 1 Oktober, melihat lonjakan permintaan terakhir dari konsumen, dengan beberapa orang membeli barang-barang yang cukup besar seperti lemari es dan pendingin udara sebelum adanya kenaikan itu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id