Uni Eropa Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

    Ade Hapsari Lestarini - 08 November 2019 18:27 WIB
    Uni Eropa Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
    Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde (kanan). Foto: AFP.
    Brussels: Komisi Eropa mengatakan produk domestik bruto (PDB) kawasan Uni Eropa diperkirakan akan meningkat sebesar 1,1 persen pada 2019 dan sebesar 1,2 persen pada 2020 dan 2021.

    Jika dibandingkan dengan proyeksi badan eksekutif Uni Eropa yang diterbitkan pada Juli, perkiraan pertumbuhan tersebut telah diturunkan sebesar 0,1 poin untuk 2019 dan 0,2 poin untuk 2020.

    Melansir Xinhua, Jumat, 8 November 2019, ekonomi Eropa telah berekspansi selama tujuh tahun berturut-turut. Tetapi kawasan ini sekarang tampaknya menuju menuju periode pertumbuhan yang lebih tenang dan inflasi yang diredam.

    "Lingkungan eksternal menjadi kurang mendukung dan ketidakpastian semakin tinggi. Ini terutama memengaruhi sektor manufaktur, yang juga mengalami perubahan struktural," lapor Komisi Eropa dalam pernyataannya.

    Selain itu ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta tingginya tingkat ketidakpastian kebijakan, terutama yang berkaitan dengan perdagangan, telah mengurangi investasi, manufaktur, dan perdagangan internasional.

    "Dengan pertumbuhan PDB global akan tetap lemah, pertumbuhan di Eropa akan tergantung pada kekuatan sektor-sektor yang lebih berorientasi domestik," jelasnya.

    Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Euro dan Dialog Sosial Valdis Dombrovskis mengatakan kawasan itu akan menghadapi berbagai tantangan termasuk periode ketidakpastian yang tinggi terkait konflik perdagangan, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta kelemahan terus-menerus di sektor manufaktur dan Brexit.

    Pejabat zona euro sebelumnya mengatakan Jerman dan Belanda, yang menjalankan surplus anggaran, harus berinvestasi lebih banyak untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di ekonomi mereka sendiri dan di seluruh zona euro.

    Dombrovskis menambahkan dia mendesak semua negara anggota Uni Eropa dengan tingkat utang publik yang tinggi untuk mengejar kebijakan fiskal yang bijaksana. Negara anggota yang memiliki ruang fiskal harus menggunakannya sekarang.

    "Semua pengungkit kebijakan perlu digunakan untuk memperkuat ketahanan Eropa dan mendukung pertumbuhan," kata Komisaris Eropa untuk Urusan Ekonomi dan Keuangan, Perpajakan dan Bea Cukai Pierre Moscovici.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id