Lagi, Yuan Tiongkok Tertekan 25 Basis Poin - Medcom

    Lagi, Yuan Tiongkok Tertekan 25 Basis Poin

    Antara - 28 Agustus 2019 11:18 WIB
    Lagi, Yuan Tiongkok Tertekan 25 Basis Poin
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok mengungkapkan kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok, renminbi atau yuan, melemah lagi sebanyak 25 basis poin menjadi 7,0835 terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Rabu. Perang dagang yang terus berlangsung masih memberikan efek negatif terhadap mata uang.

    Mengutip Antara, Rabu, 28 Agustus 2019, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik turun dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap USD didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena kekhawatiran baru tentang penyelesaian perang perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang mendorong investor beralih ke aset-aset safe haven.

    Hal tersebut mau tidak mau memperdalam inversi kurva imbal hasil surat utang dan mengangkat yen Jepang terhadap greenback. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun, indikator utama sentimen pasar tentang kesehatan ekonomi negara secara keseluruhan, turun lebih cepat daripada imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor dua tahun.

    Situasi itu memperdalam inversi di antara keduanya. Inversi atau pembalikan imbal hasil, indikator resesi yang diterima secara luas, menekan USD beberapa hari setelah AS dan Tiongkok, dua ekonomi terbesar dunia, menaikkan tarif terhadap impor satu sama lain.

    "Anda telah melihat dorongan lebih dalam ke inversi pada kurva 2s/10s. Hari ini, sulit untuk meletakkan jari Anda pada satu penggerak spesifik dari inversi itu -meskipun itu mungkin berkontribusi pada rasa umum penghindaran risiko (risk-off) di pasar," kata Ahli Strategi Makro RBS Securities Brian Daingerfield.

    Pada Jumat 23 Agustus, Tiongkok mengatakan akan menaikkan tarif barang-barang Amerika senilai USD75 miliar. Amerika Serikat membalas dengan mengatakan akan menaikkan tarif yang ada pada USD250 miliar barang-barang Tiongkok menjadi 30 persen dari 25 persen pada 1 Oktober.

    Sedangkan pada Senin 26 Agustus, Trump mengatakan para pejabat Tiongkok telah menghubungi mitra dagang AS semalam dan menawarkan untuk kembali ke meja perundingan, memicu gelombang apa yang disebut perdagangan berisiko (risk-on).

    Namun, keraguan merayap masuk setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengaku tidak mengetahui bahwa ada pembicaraan melalui saluran telepon baru-baru ini, setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan telah terjadi kontak antara kedua belah pihak.

    Yen Jepang menguat 0,34 persen menjadi 105,75 yen terhadap dolar AS, sehari setelah mencapai tertinggi dua setengah tahun. Yen telah naik 3,45 persen terhadap dolar AS tahun ini karena ketegangan perdagangan meningkat.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id