Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi

    Ade Hapsari Lestarini - 09 Desember 2019 07:10 WIB
    Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Tertinggi
    Ilustrasi kilang minyak. FOTO: AFP.
    Houston: Harga minyak mencatat kenaikan yang tajam untuk pekan yang berakhir 6 Desember. Harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 7,30 persen dan minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari naik 3,14 persen.

    Melansir Xinhua, Senin, 9 Desember 2019, WTI menutup minggu ini di level USD59,20 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent pekan ini berada di posisi USD64,39 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

    Harga WTI dan minyak mentah Brent telah meningkat masing-masing 30,37 persen dan 19,68 persen sepanjang tahun ini. Angka itu turun dari level puncaknya pada April ketika pertumbuhan WTI mencapai lebih dari 40 persen, dan minyak mentah Brent lebih dari 30 persen.

    Kedua tolok ukur dalam pencapaian level tertinggi sejak Juni ini didorong oleh prospek pemangkasan pasokan lebih lanjut oleh produsen minyak utama dunia. Kemudian data manufaktur Tiongkok yang kuat dan penurunan besar dalam stok minyak mentah AS.

    Harga terus naik selama minggu ini, kecuali pada Selasa ketika fitur-fitur berakhir variatif karena para pedagang menunggu pertemuan produsen minyak utama dunia untuk melihat langkah mereka selanjutnya terhadap penurunan produksi.

    Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu pada Kamis di Wina, diikuti oleh pertemuan dengan sekutu-sekutunya pada Jumat. Organisasi dan sekutu-sekutunya sepakat untuk meningkatkan pengurangan produksi sebanyak 500 ribu barel per hari, sehingga total pemotongan menjadi 1,7 juta barel per hari.

    Penyesuaian tambahan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2020 dan tunduk pada kepatuhan penuh oleh setiap negara yang berpartisipasi. OPEC, Rusia, dan produsen lainnya telah membatasi produksi minyak sejak 2017 untuk meningkatkan harga.

    Sementara itu, data yang baru dirilis menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur Tiongkok pada bulan lalu, yang menunjukkan permintaan lebih kuat, juga memberikan dukungan kepada pasar.

    Secara khusus pada Rabu, tolok ukur melonjak pada laporan yang menunjukkan penurunan besar pada stok minyak mentah AS. Persediaan minyak mentah komersial AS, tidak termasuk dalam cadangan minyak strategis, turun 4,856 juta barel dari minggu sebelumnya, lebih dari penurunan yang diharapkan pasar 1,734 juta barel. Hal ini menyiratkan permintaan yang lebih besar dan bullish untuk harga minyak mentah.

    Harga minyak terus mendapatkan momentum sejak awal tahun karena beberapa kekhawatiran geopolitik dan keputusan OPEC untuk mengurangi produksi. Namun, momentum telah melambat, terutama karena kekhawatiran atas penurunan permintaan minyak mentah.

    Pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih lambat akan menyebabkan berkurangnya permintaan minyak, yang pada gilirannya akan menekan harga minyak.

    Selain itu, kenaikan dolar AS dalam beberapa bulan terakhir telah menyeret pelemahan minyak mentah berjangka berdenominasi greenback karena indeks dolar AS telah mempertahankan tren kenaikan sejak pertengahan 2018. Meskipun indeks dolar menyelesaikan minggu yang berakhir 6 Desember lebih rendah. Analis percaya indeks akan tetap di bawah tekanan bearish di bawah zona harga 98,00-98,20.

    Adapun untuk minggu yang akan datang, pasar akan terus menggali informasi tentang pemangkasan pasokan di masa depan. Sementara itu, investor akan terus memperhatikan tanda-tanda kemajuan pada kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok. Negosiasi perdagangan AS-Tiongkok terus mendorong sentimen pasar.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id