AS Bebaskan 437 Barang Tiongkok dari Tarif

    Angga Bratadharma - 21 September 2019 18:02 WIB
    AS Bebaskan 437 Barang Tiongkok dari Tarif
    Ilustrasi. AFP/Ed Jones
    Beijing: Amerika Serikat (AS) untuk sementara waktu membebaskan lebih dari 400 jenis produk Tiongkok dari tarif yang diberlakukan oleh Administrasi Donald Trump. Hal tersebut sesuai dengan tiga dokumen yang ditetapkan dan diterbitkan oleh Kantor Perwakilan Dagang AS dan berita itu pertama kali dilaporkan oleh Politico.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 September 2019, pengecualian itu termasuk barang-barang seperti lampu pohon Natal, sedotan plastik, kalung anjing, dan papan sirkuit cetak, dengan total 437 jenis produk. Barang tersebut adalah bagian dari barang-barang Tiongkok senilai USD250 miliar yang dipukul AS dengan tarif tinggi pada tahun lalu.

    Dua ekonomi terbesar dunia telah terkunci dalam sengketa perdagangan yang meningkat selama lebih dari satu tahun, dengan kedua belah pihak sudah mengenakan tarif pada barang-barang bernilai miliaran dolar. Pembebasan pengecualian tersebut dilakukan ketika pejabat tingkat tinggi AS dan Pemerintah Tiongkok bertemu di Washington.

    Adapun pertemuan itu dalam rangka persiapan untuk pembicaraan tingkat tinggi yang diharapkan terjadi pada Oktober. "Pengecualian terbaru adalah pengakuan diam-diam oleh AS atas kerusakan yang dilakukan pada kepentingan domestik dengan pengenaan tarif," kata Peneliti Hinrich Foundation Stephen Olson.

    "Namun waktunya menarik. Ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak telah menentukan eskalasi lebih lanjut tidak diinginkan saat ini, sehingga mereka berusaha menciptakan atmosfer positif sebelum perundingan putaran Oktober, dengan harapan pembicaraan itu setidaknya akan mencegah penurunan lebih lanjut," kata Olson.

    Sementara itu, pada pekan lalu Departemen Keuangan Tiongkok mengumumkan akan membebaskan 16 produk AS dari tarif. Trump kemudian mengatakan dia akan menunda penaikan tarif barang-barang Tiongkok senilai USD250 miliar dalam dua minggu hingga 15 Oktober.

    "Ini tampaknya bukan perubahan langsung dalam kebijakan perdagangan AS, karena AS sebelumnya menawarkan beberapa jenis pembebasan tarif untuk barang-barang AS yang berkualitas," ungkap Pemimpin Perdagangan Global The Economist Intelligence Unit Nick Marro.

    "Ini lebih mempertimbangkan dampak perang perdagangan terhadap ekonomi domestik AS daripada konsesi ke Tiongkok. Tetapi ini masih bisa membantu membangun niat baik sebelum pembicaraan perdagangan pada Oktober," tambahnya, mencatat protes di Hong Kong dan ketegangan di sekitar Huawei masih mengancam segala bentuk perjanjian.

    Adapun Pemerintahan Trump telah menempatkan raksasa telekomunikasi Tiongkok, Huawei, ke dalam daftar hitam yang secara efektif mencegah pemasok AS untuk menjual ke perusahaan. Beijing, pada bagiannya, telah mengancam pengumuman daftar entitas tersebut dan menolak keputusan AS.

    Administrasi Trump awalnya berfokus pada pengurangan defisit perdagangan AS yang besar dengan Tiongkok. Akan tetapi ketidaksepakatan telah meluas ke keluhan perusahaan AS tentang akses terbatas ke pasar domestik Tiongkok dan dipaksa untuk menyerahkan teknologi hak milik ke Tiongkok.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id